Axiata percayakan solusi cloud pada AWS

Foto : Ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) - Pada acara AWS re:Invent, Amazon Web Services (AWS), anak perusahaan Amazon.com (NASDAQ: AMZN), mengumumkan bahwa Axiata Group Berhad (Axiata), perusahaan telekomunikasi dan digital terkemuka Asia yang berkantor pusat di Malaysia, telah memilih AWS sebagai penyedia cloud utamanya. Dengan AWS, Axiata mempercepat transformasi digital di seluruh jajaran perusahaannya untuk melayani 174 juta pelanggannya di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan dengan lebih baik.

Axiata akan melakukan migrasi sejumlah besar aplikasi mission-critical miliknya, termasuk lebih dari 650 layanan di bidang customer service, enterprise resource planning, dan SDM, ke AWS hingga akhir tahun 2024. Selain itu, perusahaan akan mentransfer 80 aplikasi machine learning (ML) ke cloud terkemuka global tersebut. Axiata akan menggunakan teknologi AWS, termasuk analitik data, kecerdasan artifisial (AI) generatif, dan machine learning untuk mendukung keputusan bisnis yang berbasis data, menyesuaikan penawaran ke pasar baru, dan mengembangkan layanan baru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang di industri telekomunikasi, perbankan, serta pembayaran. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bawah Axiata juga akan memanfaatkan fitur keamanan AWS, seperti manajemen identitas dan akses (IAM) serta enkripsi, untuk memberikan tingkat keamanan dan privasi tertinggi di seluruh jaringan telekomnya.

Dikatakan Group Chief Information Officer di Axiata, Anthony Rodrigo, AWS telah menjadi mitra penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaannya. Dengan AWS, Axiata mampu mempercepat waktu peluncuran layanan baru dan memungkinkan pihaknya untuk melayani 174 juta pelanggan di seluruh Asia dengan lebih baik.

"Pelanggan mengharapkan transaksi seluler yang mudah, dan dengan memanfaatkan kemampuan AI generatif dan machine learning AWS, kami dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cepat, aman, dan lebih efisien secara biaya. Cloud memberikan kami fleksibilitas untuk membangun model bisnis baru yang akan membedakan Axiata yang hari ini dengan yang pada masa depan. Kami tidak sabar menanti kolaborasi kami berikutnya dengan AWS," ujarnya.

Dengan memanfaatkan Amazon Bedrock, sebuah layanan yang menyediakan akses ke berbagai model dasar (foundational model) melalui API, Axiata mengembangkan aplikasi AI generatif yang eksperimental untuk meningkatkan produktivitas di semua lini bisnis, termasuk customer service, keuangan, SDM, hingga sales. Axiata menggunakan Amazon SageMaker, layanan yang dikelola sepenuhnya untuk membangun, melatih, dan menerapkan model machine learning, dalam rangka mengoptimalkan proses bisnis dan jaringan. Sebagai contoh, anak perusahaan Axiata di Sri Lanka, Dialog Axiata, mengubah infrastruktur analitik dan machine learning-nya menggunakan Amazon SageMaker hingga mampu menjadi "pabrik" AI internal yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan teknologi machine learning dan AI di seluruh operasional intinya. "Pabrik" AI ini juga memampukan Dialog Axiata untuk menggunakan analitik dan machine learning secara efisien untuk mengembangkan dan menerapkan sistem prediksi churn maupun sistem next best-offer guna mempertahankan interaksi dengan pelanggan.

XL Axiata, operator telekomunikasi seluler yang berbasis di Indonesia, memanfaatkan Amazon Elastic Kubernetes Service (Amazon EKS), layanan terkelola yang memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memulai, menjalankan, dan menskalakan Kubernetes di cloud. Dengan Amazon EKS, XL Axiata dapat meluncurkan dan menjalankan aplikasi selulernya tanpa perlu repot-repot mengelola infrastruktur.

Saat ini, 27 juta pelanggan Indonesia di aplikasi seluler MyXL dan AXISnet XL Axiata dapat dengan mudah mengakses akun mereka sambil menikmati hadiah terbaru dan penawaran yang tepersonalisasi. Berkat dukungan AWS, XL Axiata telah memperluas ketersediaan layanannya dan mampu meningkatkan jumlah pengguna aktif bulanannya hingga tiga kali lipat dalam jangka waktu dua tahun. Perusahaan juga telah menskalakan aplikasinya hampir dua kali lebih cepat di AWS dibandingkan dengan menggunakan infrastruktur on-premises.

Axiata sedang memanfaatkan teknologi cloud untuk mendorong transformasi digital dan menghadirkan inovasi produknya agar tetap kompetitif. Untuk menyediakan solusi siap pakai yang fleksibel, dapat diskalakan, dan mudah digunakan, AWS dan Axiata Digital Labs (ADL) bekerja sama untuk menghadirkan rangkaian produk Axonect. Penawaran ini merupakan toolset berbasis standar terbuka yang membantu perusahaan telekomunikasi dan perusahaan untuk menggunakan infrastruktur AWS guna memodernisasi sistem pendukung bisnis tradisional, mendorong inovasi, dan menciptakan pengalaman digital bagi pelanggan. Dengan AWS, ADL dapat menawarkan berbagai sistem dan alat kepada pelanggannya, termasuk Digital Business Support System yang menawarkan platform yang dioptimalkan 5G dan cloud untuk interaksi B2B maupun B2C.

Sementara, Vice President ASEAN AWS, Conor McNamara, mengungkapkan, transformasi digital Axiata Group di seluruh Asia merupakan contoh inspiratif bagaimana perusahaan telekomunikasi dapat mempercepat transformasi mereka menjadi perusahaan teknologi yang membantu memenuhi meningkatnya permintaan pelanggan akan layanan digital.

"Dengan AWS, Axiata dapat mendiversifikasi dan memodernisasi bisnis mereka di cloud, sekaligus membentuk masa depan customer service dengan AI generatif. Kami senang dapat bekerja sama dengan Axiata Group dan mendukung visi mereka untuk menjadi Next-Generation Digital Champion," katanya. (mas)