Populix dan SBM ITB dorong kemajuan penelitian akademik

Foto : Ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan riset pasar dan penyedia platform survei di Indonesia, Populix mengumumkan kemitraan strategisnya dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) untuk mendukung pengembangan penelitian akademik tanah air melalui layanan Poplite.

Dalam sambutannya pada acara Sharing Session SBM-ITB dan Populix: Primary Data Collection in a Research Project, Director of Research & Knowledge, SBM-ITB, Atik Aprianingsih mengatakan, proses pengumpulan data kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti. Padahal, tingkat validitas dan realibilitas data menjadi kunci dari kualitas data yang disajikan.

“Oleh karena itu, dari acara ini dan kerja sama SBM-ITB dan Populix, kami berharap dapat membuka ruang diskusi bagi rekan-rekan peneliti akademik maupun para mahasiswa untuk memperoleh data primer yang dapat diandalkan dalam menguji hipotesis penelitian. Sehingga, hasil penelitian pun dapat menjadi referensi tepat dalam membuat rekomendasi dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Sementara, Co-Founder dan CTO Populix, Jonathan Benhi mengatakan, ia sangat senang dapat bermitra bersama SBM-ITB dengan menyediakan layanan Poplite by Populix sebagai platform survei untuk pengumpulan data primer bagi seluruh civitas akademika SBM-ITB.

“Melalui kerja sama ini kami berharap dapat menghadirkan akses yang lebih mudah bagi para peneliti ke kumpulan responden Populix yang beragam di seluruh Indonesia. Populix juga berkomitmen untuk terus memperluas peluang kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam proyek-proyek penelitian dari berbagai disiplin ilmu, sehingga dapat mendorong pengembangan masyarakat, sosial, dan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Melalui platform Poplite by Populix, para peneliti dari civitas akademika SBM-ITB dapat mengakses lebih dari 400.000 panel responden Populix yang mencakup berbagai segmen demografis dan geografis di seluruh Indonesia. Populix juga akan memberikan akses kepada tim riset Populix untuk membantu para peneliti dalam memastikan kuesioner telah tersusun efektif, serta membantu mencari responden sesuai tujuan penelitian, dengan harga yang lebih terjangkau.

Populix juga telah mengukuhkan kerja sama dengan sejumlah institusi perguruan tinggi ternama lain di Indonesia, seperti Universitas Islam 45 (UNISMA Bekasi), Universitas Kristen Maranatha, Universitas Ciputra, dan Petra Christian University.

Sedangkan Dekan Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Budaya Universitas Islam 45, Dr. Nuryadi, S.S., M.Hum., mengatakan, kerja sama ini adalah langkah penting untuk mendukung pengembangan penelitian di Universitas Islam 45 khususnya pada jurusan Ilmu Komunikasi, Sastra, dan Budaya. “Kami percaya bahwa akses ke data yang berkualitas akan memungkinkan kami untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan dan berdampak positif bagi mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat Indonesia secara luas,” ujarnya.

Di kesempatan lain, Head of Business Accounting Petra Christian University, Hendri Kwistianus mengungkapkan, proses pengumpulan data responden menggunakan Poplite sangat mudah dan cepat. Rata-rata seluruh permintaan responden sudah diperoleh dalam 2-3 hari. Salah satu fitur Poplite yang sangat membantu adalah penyaringan kriteria responden, sehingga responden yang diperoleh bisa lebih spesifik dan sesuai dengan tujuan penelitian.

“Oleh karena itu, melalui kerja sama dengan Populix ini, kami berharap dapat memfasilitasi para mahasiswa dalam menjangkau responden survei secara lebih mudah dan dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Populix berkomitmen untuk memanfaatkan kekuatan teknologi dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, memudahkan peneliti dalam menemukan responden yang tepat, serta mengumpulkan data dan wawasan yang relevan secara mandiri. (mas)