Site24x7 perkenalkan integrasi OpenAI observability

JAKARTA (IndoTelko) - Divisi manajemen TI perusahaan dari Zoho Corporation, mengumumkan OpenAI Observability untuk Site24x7, platform pemantauan lengkap berbasis cloud. Kemampuan bawaan baru ini memberdayakan perusahaan untuk memanfaatkan potensi teknologi AI yang muncul, seperti ChatGPT-nya OpenAI, untuk mendorong inovasi dan mencapai tujuan strategis mereka namun tetap hemat biaya.

Saat organisasi semakin merangkul model AI generatif terbaru dari OpenAI dan mengeksplorasi potensi ChatGPT di berbagai tim, mendapatkan pemahaman komprehensif tentang interaksi pengguna dengan aplikasi yang didukung GPT menjadi sangat penting. Organisasi di seluruh dunia menyadari semakin banyaknya peluang untuk mengoptimalkan model AI dan meningkatkan pengalaman pengguna. Itulah kenapa pemantauan penggunaan API dan konsumsi token sangat penting untuk mengelola biaya dan meningkatkan kinerja aplikasi secara keseluruhan.

OpenAI Observability memungkinkan pemilik aplikasi untuk memantau penggunaan model OpenAI yang berbeda dengan lancar sambil juga melacak kinerja dan metrik biaya secara langsung, semuanya dalam tampilan yang terintegrasi. Kemampuan baru ini secara otomatis menganalisis dan melacak berbagai metrik seperti penggunaan token, waktu tunggu, dan kesalahan (galat). Hal ini membuatnya mudah untuk diintegrasikan dalam aplikasi yang menggunakan modul OpenAI, dan memanfaatkan sistem peringatan bawaan platform untuk mengambil tindakan cepat jika terjadi kegagalan fungsi.

Menurut Direktur Manajemen Produk untuk Site24x7, Srinivasa Raghavan, karena permintaan untuk model GPT-4 OpenAI terus meningkat, perusahaan-perusahaan terpaksa menata ulang dan mengubah lanskap layanan mereka yang ada untuk meningkatkan pengalaman pengguna. "Kemampuan melakukan observasi muncul sebagai kekuatan transformatif, yang memberdayakan perusahaan untuk mendapatkan hasil maksimal dari GPT. Komitmen kami adalah memungkinkan organisasi menggunakan API GPT, yang tecermin dalam upaya kami untuk menyediakan penyiapan, biaya, dan pemantauan kinerja yang sangat mudah. Kami bertujuan untuk memastikan bahwa efisiensi dan efektivitas tetap ada di garis depan solusi manajemen operasi TI kami yang digerakkan oleh AI," katanya.

ManageEngine memamerkan kemampuan AI-nya pada Konferensi Pengguna pertamanya di Sands Expo dan Convention Center Singapura pada tanggal 5-6 Juli 2023. Konferensi Pengguna Asia Tenggara memfasilitasi pertemuan yang dinamis antara pakar industri, mitra regional, pelanggan, dan pada pemimpin ManageEngine.

Para peserta memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana kemampuan AI dalam manajemen TI dapat mengubah strategi pemantauan kinerja mereka, memungkinkan mereka memperoleh wawasan yang berharga, dan membantu mereka membuat keputusan berdasarkan data dengan presisi yang lebih tinggi.

Sementara, Presiden ManageEngine, Rajesh Ganesan mengatakan, wilayah Asia Tenggara memasuki transformasi digital dengan sangat cepat, terbukti dengan 90% organisasi yang diperkirakan akan memprioritaskan digitalisasi pada tahun 2023 dan pertumbuhan ekonomi digital sebesar 20% dari tahun ke tahun. "Namun bersamaan dengan peluang besar yang diberikannya kepada warga, tantangan juga muncul bagi organisasi publik dan swasta dalam hal mengoperasikan infrastruktur teknologi secara efisien dan aman. Di sinilah ManageEngine berperan. Kami sangat senang telah menyelenggarakan Konferensi Pengguna pertama kami di Singapura untuk menghubungkan dan melayani komunitas teknologi di seluruh wilayah dengan lebih baik," jelasnya. (mas)