Liminal masuk Indonesia, siap berikan peningkatan kontrol dan keamanan

JAKARTA (IndoTelko) - Salah satu infrastruktur dompet digital & platform pengelolaan aset secara mandiri (self-custody) di Asia, Liminal mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Mitra Kripto Sukses (MAKS) dan digitalexchange.id, dua bursa utama aset digital di Indonesia. Liminal secara bersamaan juga bermitra dengan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) untuk mendapatkan pemahaman yang optimal dan menjadi pelopor revolusi industri 4.0 di tanah air.

Kemitraan ini menggarisbawahi keamanan tambahan yang disediakan oleh Liminal sebagai solusi penyimpanan aset mandiri yang terpercaya dan aman. Langkah ini merupakan batu loncatan bagi Liminal ntuk mendukung industri aset digital Indonesia yang diperkirakan akan memiliki lebih banyak bursa kripto di akhir tahun ini.

MAKS dan digitalexchange.id adalah dua platform pertukaran mata uang kripto terbesar di Indonesia yang sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan saat bertransaksi. Solusi pengelolaan dan penyimpanan aset mandiri seperti Liminal meningkatkan kemudahan akses ke aset digital sembari menjaga keamanan. Asia Tenggara masih memimpin dunia dalam adopsi kripto menurut laporan tahun 2022 oleh Chanalysis.

Kemitraan ini menjadi logis dan sinergis karena membuka jalan bagi Liminal untuk berinteraksi dalam wilayah tersebut melalui pendekatan komprehensif yang semakin memperkuat dan mengamankan ekosistem kripto.

Sebuah organisasi nirlaba, A-B-I bertujuan memobilisasi dan mengorganisasi para pelaku teknologi blockchain dalam menciptakan lingkungan bisnis berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan dan daya saing teknologi Blockchain, bersamaan dengan revolusi industri 4.0, baik di tingkat nasional maupun internasional. Liminal akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi blockchain yang sangat kompetitif di Indonesia, melalui penilaian dan perumusan kebijakan, baik untuk lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, guna menciptakan sistem regulasi.
Sejak Desember 2021, secara net, basis klien Liminal tumbuh 4x lipat.

Menurut Founder Liminal Mahin Gupta, saat ini, sebagian besar solusi infrastruktur hanya berfokus pada penyimpanan aset yang aman untuk institusi Web3. Seiring dengan berkembangnya organisasi dan praktik alokasi sumber daya yang lebih efisien, infrastruktur mestinya memberikan efisiensi operasional tingkat tinggi melalui otomatisasi operasi dompet, manajemen data dan kontrol inventaris, serta kesesuaian terhadap aturan bisnis yang berlaku. “Pelaku industri perlu membuat jaring pengaman bagi dana pengguna. Meskipun proses penukaran kripto dan institusi Web3 menggunakan kustodian untuk aset mereka, penting untuk mengurangi campur tangan pihak ketiga. Maka dari itu, Liminal hadir guna memungkinkan pengguna mendapatkan kontrol penuh terhadap dana dan aset mereka,” katanya.

Sedangkan, Vice President - Sales & Business Development, Liminal David Lee mengungkapkan, Indonesia, sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pengadopsi aset digital terbesar secara global, merupakan pasar utama bagi Liminal ke depannya. “Dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BAPPEBTI dalam pengembangan infrastruktur Web3 dan blockchain untuk aset digital di negara ini, Liminal hendak memulai ekspansinya ke seluruh Asia Tenggara dengan membangun kesuksesan di Indonesia,” ujarnya.

Dibangun di atas empat prinsip dan nilai inti yang mengedepankan kesederhanaan, keamanan & kepatuhan, kedaulatan, dan dukungan, Liminal ingin menjadikan penyimpanan dan pengelolaan aset digital sebagai proses yang mudah dan aman untuk semua.

Mahin meyakini, dengan meningkatnya tingkat keterlibatan perusahaannya di pasar dan dengan menjalin kemitraan, industri akan menyadari nilai peningkatan efisiensi operasional dalam operasi dompet. (ak)