Venteny bersiap masuk bursa saham

JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan pencipta inovasi teknologi employee happiness,PT Venteny Fortuna International Tbk tengah bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 939.779.100 saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam prospektus ringkas IPO perseroan, Senin (21/11), disebutkan bahwa nilai nominal sahamnya Rp 5 per saham dan ditawarkan kepada masyarakat dengan kisaran harga Rp 350-450 per saham. Maka dari itu, jumlah seluruh nilai IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 422,9 miliar.

Venteny Fortuna juga mengadakan program employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1 juta saham atau 0,11% dari saham yang ditawarkan pada saat penawaran umum perdana saham untuk program ESA saham kepada karyawan.

Perseroan pun telah menyetujui pelaksanaan program management and employee stock option plan (MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 532.541.400 saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 7,83% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham, pelaksanaan ESA, dan pelaksanaan MESOP.

Penjamin pelaksana emisi efeknya adalah BRI Danareksa Sekuritas, Surya Fajar Sekuritas, dan Mirae Asset Sekuritas.

Perseroan bermaksud untuk menggunakan keseluruhan dana yang akan diperoleh dari IPO, setelah dikurangi dengan biaya emisi, sekitar 42% akan digunakan sebagai pemberian pinjaman kepada entitas anak perseroan, yaitu PT. Venteny Matahari Indonesia (VMI), untuk dijadikan sebagai modal kerja bisnisnya dalam menjadi pemberi dana kepada layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) sebagaimana merupakan kegiatan usaha utama VMI semenjak didirikan untuk memajukan industri UMKM dan tenaga kerja di Indonesia.

Pengembalian dana yang dipinjamkan akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan operasional perseroan di antaranya untuk mendukung poin-poin, sekitar 30 % akan digunakan untuk pengembangan bisnis yang terdiri dari: Sekitar 40% untuk pengembangan sistem informasi teknologi perseroan, terutama untuk pengembangan super-app perseroan.

Saat ini Perseroan memiliki Super-app yang bernama Venteny. Sekitar 30% untuk product development serta riset dan pengembangan untuk Exclusive Members bisnis B2B2E serta karyawan pada umumnya seperti Learning Management System (LMS), Invoicing System, Point of Sales (POS), dan produk lainnya yang sedang dalam tahap riset.

Sekitar 30% untuk ekspansi geografis untuk mendukung rencana pengembangan perseroan melalui pembukaan representative office terutama di luar Jawa, seperti Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bali untuk menjangkau karyawan dan perusahaan, terutama UMKM, guna memperluas layanan perseroan. Selain itu, perseroan juga berencana untuk melakukan pengembangan ke wilayah luar Indonesia, terutama ke wilayah Asia Tenggara, serta ke kawasan lain di Asia.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja yang terdiri dari: sekitar 50%  untuk organization development,  terutama  dengan  penguatan  dan  penambahan  sumber  daya  manusia  perseroan,  terutama  untuk  tenaga  kerja  di  bidang  IT (pengembangan  produk  dan  aplikasi), sales & marketing  (untuk  memperluas  cakupan  bisnis  perseroan),  dan  tim  support/administrasi  seiring  dengan  ekspansi yang akan dilakukan Perseroan.

Sekitar 50%  untuk pemasaran dan brand development untuk  meningkatkan awareness dan operasional Perseroan, di antara lain melalui advertisement serta promosi melalui aktivitas periklanan yang memiliki jangkauan yang luas ATL (above the line) dan melalui  aktivitas periklanan yang lebih spesifik, mudah diingat, serta langsung fokus pada target pasar BTL (below the line).

Lahirnya perusahaan ini atas inisiasi yang diawali dari pengalaman Jun Waide, Founder dan Group CEO Venteny saat berkarir di Amerika Serikat dan Filipina.

Di Filipina, Jun melihat karyawan mengalami demotivasi dan cenderung punya loyalitas rendah pada perusahaan karena mereka tidak mendapatkan benefit yang sesuai kebutuhan dan kesempatan berkembang dari perusahaan. Berangkat dari pengamatannya tersebut, maka Jun memutuskan untuk mendirikan Venteny pada tahun 2015 dan telah membuktikan bahwa adanya potensi pasar yang besar dan kesuksesannya dalam bisnis baru ini di Filipina dan Singapura. Sedangkan Venteny memulai ekspansi bisnisnya di Indonesia pada tahun 2019.(wn)