Ketika Volta pamer motor listrik di depan Presiden Jokowi

JAKARTA (IndoTelko)  -- Gencar dan konsisten menghadirkan kendaraan listrik ramah lingkungan ke tengah masyarakat Indonesia, Volta, anak usaha NFCX, MCAS Group, diundang untuk turut berpartisipasi dalam BUMN Startup Day 2022. Volta merupakan salah satu perusahaan rintisan dalam sektor energi bersih yang telah menghadirkan berbagai varian motor listrik ramah lingkungan sebagai solusi transportasi bagi berbagai industri maupun kehidupan sehari-hari. 

Partisipasi Volta pada BUMN Startup Day 2022 menjadi bukti nyata keseriusan Volta untuk terus membuka sinergi dengan berbagai pihak guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, melalui transisi ke kendaraan listrik ramah lingkungan dan penggunaan energi terbarukan. 

Pada kesempatan ini, Volta meluncurkan inovasi barunya, Volta Plus+, sebagai program kepemilikan motor listrik yang lebih murah dan lebih hemat. Hanya dengan Rp12.750.000* (OTR Jakarta), kini masyarakat dapat menikmati era baru berkendara dengan motor listrik Volta yang tertangguh, terhemat, termurah, dan tercanggih.

Volta Plus+ juga dilengkapi dengan berbagai keunggulan, di antaranya garansi baterai seumur hidup, gratis home charging, dan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan motor biasa, cukup dengan tarif flat baterai sesuai penggunaan.

Hadirnya Volta Plus+ juga merupakan salah satu dukungan Volta terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang peralihan ke penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas instansi pemerintah pusat dan daerah. Dalam hal ini, Volta membuka skema kerja sama untuk pembelian motor listrik secara reguler maupun melalui program Volta Plus+, dan juga layanan sewa motor listrik.

BUMN Startup Day 2022 sendiri merupakan acara yang lahir dari inisiatif Kementerian BUMN untuk mempertemukan BUMN dan startup Indonesia dalam rangkaian pameran, konferensi, mentoring, business matching, dan investor pitching selama 26-28 September 2022. Dalam ajang ini, startup bisa mengelaborasi kerja sama business-to-business selain investasi dengan BUMN. 

Dalam pembukaan BUMN Startup Day 2022 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City (26/9), Presiden Joko Widodo meminta pelaku startup tidak hanya fokus pada kategori financial technology (fintech) (23%) dan retail (14%), melainkan juga pada krisis pangan, krisis kesehatan, dan UMKM. Pasalnya, 80% sampai 90% startup gagal saat merintis karena tidak melihat kebutuhan pasar yang ada.
 
Presiden Joko Widodo menyampaikan, “Padahal kalau kita lihat, urusan masalah krisis pangan kedepan akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi. Karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, distribusi, dan urusan pasar. Peluang juga sangat besar untuk urusan krisis kesehatan. Apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat, telemedicine bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform dan aplikasi. Yang ketiga UMKM, kita memiliki 65,4 juta UMKM. Memang masih banyak persoalan, tetapi disitu baru 19 juta yang masuk ke platform digital, masih ada ruang untuk kita kerjakan disana.” 
Selain pentingnya melihat kebutuhan pasar, Presiden Joko Widodo melihat pentingnya persoalan dana. Presiden menilai inilah fungsi dari venture capital dan BUMN agar ekosistem yang dibangun bisa saling sambung dan terdampingi dengan baik.

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, “BUMN mencoba berinisiatif, membangun ekosistem yang bisa dibangun di BUMN sendiri. Contohnya, kita mendorong adanya Indonesia Digital Tribe dan akan kita lakukan setiap tahunnya. Sejak awal, BUMN juga sudah memiliki venture-venture capital, seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom, Telkomsel, dan yang terakhir BNI juga saya minta membuat venture capital. Dan venture capital yang ada di BUMN ini sudah berinvestasi kepada 336 startup.” 

Chief Executive Officer Volta, Iwan Suryaputra menyampaikan “Kami bangga dapat menjadi salah satu startup yang berpartisipasi dalam acara BUMN Startup Day 2022. Kami terbuka untuk segala bentuk sinergi bersama berbagai pihak, mulai BUMN, pemerintah, hingga korporasi di berbagai sektor industri. Sejalan dengan komitmen yang tengah ditempuh pemerintah Indonesia demi mencapai target penurunan emisi menjadi Net Zero Emission, kami mencoba mengakselerasi upaya tersebut dengan menghadirkan motor listrik ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Volta juga berfokus untuk terus membangun infrastruktur kendaraan listrik di tanah air guna mewujudkan ekosistem energi bersih yang kuat dan lengkap.”

Komisaris Utama NFCX, Jahja Suryandy menambahkan “Kami yakin Volta bukan hanya sekadar EV biasa, karena Volta telah dilengkapi dengan teknologi IoT canggih yang dikembangkan oleh MCAS Group. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah membangun infrastruktur digital untuk mendukung semakin berkembangnya EV kami di berbagai bidang, seperti kemudahan penggunaan, IoT tanpa batas, dan integrasi stasiun Sistem Ganti Baterai (SGB). Dengan inovasi-inovasi tersebut, kami dapat membantu pemerintah untuk mempercepat transisi penggunaan energi bersih di sektor transportasi.” (sar)