JAKARTA (IndoTelko) - GudangAda, perusahaan marketplace B2B memperkuat posisinya sebagai platform aplikasi e-commerce pilihan utama bagi para pedagang.
GudangAda sukses mencatatkan lonjakan nilai transaksi lebih dari 16,5% di sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Antusiasme pedagang terlihat dari kenaikan transaksi yang dilakukan pedagang, baik pembeli maupun penjual. Selain mengalami lonjakan transaksi, saat ini aplikasi GudangAda tercatat telah mencapai satu juta unduhan di Google Play Store per akhir April 2022.
Pada Ramadan lalu, peningkatan signifikan kinerja transaksi merupakan hasil dari komitmen GudangAda untuk terus memberdayakan dan mengedukasi pedagang tradisional untuk melakukan transformasi digital dan meningkatkan transaksi bisnis.
Salah satu program edukasi GudangAda adalah kampanye program Ramadan Aman tentang bagaimana bertransaksi online dengan aman untuk meningkatkan bisnis mereka. GudangAda juga mendukung pemerintah menjaga rantai pasok barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Menggandeng Perumda Pasar Jaya dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, GudangAda telah berhasil mengedukasi 14.000 pedagang di 20 pasar tradisional hingga akhir periode program.
Dari total 131 sub kategori produk yang tersedia di marketplace B2B Gudangada, penjualan sembako tercatat sebagai produk dengan kenaikan nilai transaksi lebih dari 16,5% selama Ramadan, termasuk di antaranya tepung dan sarden yang meningkat lebih dari 30% selama Ramadan.
Sementara penjualan sirup melonjak lebih dari 40% dan masuk daftar produk terlaris. Produk kebutuhan Ramadan, seperti peralatan sholat pun cukup tinggi dengan kenaikan nilai transaksi lebih dari 14%.
Saat ini platform marketplace GudangAda telah menawarkan puluhan ribu produk (SKU), mulai dari barang kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, kosmetik, hingga rokok. Kenaikan nilai transaksi juga mendorong permintaan layanan logistik.
Secara rinci, sejumlah program khusus Ramadan tahun ini mendapat antusiasme yang tinggi, antara lain pemasangan spanduk gratis, diskon untuk pembelian produk merek Unilever, Japfa dan sebagainya, di aplikasi GudangAda.
Pedagang warung kelontong seperti Toko Budi di Jawa Barat mengakui menerima berbagai keuntungan dengan memanfaatkan platform GudangAda yang menawarkan produk yang lengkap, serta kualitas dan harga yang kompetitif.
“Aplikasi marketplace GudangAda membantu saya untuk memanfaatkan momen Ramadan dengan mengamankan stok barang walaupun terjadi lonjakan permintaan produk dari pembeli. Saya juga bisa membandingkan harga, hingga dapat harga yang paling cocok hanya melalui ponsel. Keunggulan lain dari GudangAda juga adalah proses transaksi yang sangat mudah dan aman, serta pengiriman logistik yang bisa diandalkan karena terintegrasi melalui layanan GudangAda Logistik,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer GudangAda, Budianto Hariadi menerangkan, para pedagang memilih GudangAda untuk memenuhi lonjakan konsumsi belanja masyarakat selama Ramadan karena platform marketplace perusahaan menawarkan solusi transaksi yang lebih cepat, lebih murah, lebih cerdas, dan lebih besar. Adapun tiga produk yang paling laris terjual dalam pertumbuhan nilai transaksi selama Ramadan adalah beras, gula, dan kopi bubuk.
“Kami merasa bangga bahwa platform GudangAda telah membantu ribuan pedagang, khususnya kalangan UMKM, untuk memenuhi kenaikan permintaan konsumen selama Ramadan tahun ini. Terima kasih atas kepercayaan seluruh pelaku bisnis di rantai pasok, mulai dari produsen, distributor, pedagang grosir, pedagang eceran, hingga pedagang warung kelontong, yang terus bertambah kepada GudangAda,” katanya. (ak)