Telstra tinggalkan Telkomtelstra?

JAKARTA (IndoTelko) - Sebuah kabar mengejutkan dikeluarkan Telkom Indonesia sebagai salah satu pemegang saham Telkomtelstra (PT Teltranet Aplikasi Solusi).

Melalui situs resmi Telkomtelstra dikabarkan perusahaan tersebut telah bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia (PT Digital Aplikasi Solusi).

Dalam pengumuman tersebut dijelaskan DIGISERVE terdiri atas dua kata, yaitu: DIGI sebagai Perusahaan Digital yang menjadi leader di dalam Digital
Transformation Journey bagi pelanggan dan perusahaan di Indonesia melalui produk-produk transformasi digital yang unggul.

Sedangkan SERVE, merupakan corporate culture yang menjadi komitmen Perusahaan dalam melayani, melalui nilai-nilai utama, yaitu Simplify
business, Empower all people within company, Respect our planet with green and responsible digital technology, Value our people and culture of doing business dan Excite the market.

“Saat ini, kami mash dalam masa transisi untuk menyesuaikan seluruh akun sosial media, sehingga di tanggal 30 September 2021, seluruh akun sosial media dan website resmi Perusahaan akan berubah menjadi Digiserve by Telkom Indonesia,” tulis pengumuman Digiserve dalam situs resminya.

Perseroan meyakini bahwa proses transformasi in akan membawa dampak yang lebih baik untuk semua pihak. “Kami pastikan bahwa perubahan ini tidak akan merubah hak dan kewajiban kami terhadap pelanggan, partners dan vendors Perusahaan, dan tentu saja memberikan value terbaik bagi stakeholders Perusahaan ke depannya,” tutup pengumuman itu.
 
Telkomtelstra adalah perusahaan patungan dari Telkom Indonesia dengan operator Australia, Telstra. Perusahaan ini didirikan pada Oktober 2014.

Entitas kerjasama Telkom dan Telstra ini dimulai dengan “hanya” mengelola layanan jaringan dalam portofolio produk yang didukung 20 lebih karyawan.

Perusahaan ini sejak 2016 dipimpin oleh Erik Meijer sebagai Presiden Direktur. Bisnis yang digarap Telkomtelstra fokus di bidang Network & Application Services (NAS) ataucloud computing.

Telstra dipilih Telkom karena dipandang telah berpengalaman dalam menyelenggarakan transformasi bisnis serta telah berpengalaman dalam penyediaan ICT di Australia.

Kala itu dikeluarkan  investasi awal US$ 10 juta dimana persentase kepemilikan Telkom sedikit lebih dominan dengan angka 51% dan Telstra 49%.  Ambisinya berharap bisa balik modal atau break even point (BEP) dalam waktu lima tahun sembari mempersiapkan diri untuk ekspansi internasional.

Namun, kenyataan berbicara lain ketika mulai masuk usia ke-7, dengan keluarnya pengumuman berganti namanya perusahaan dimana tak ada lagi warna Telstra di dalamnya.(id)