3 jurus ampuh pengelola bandara lawan COVID-19

JAKARTA (IndoTelko) – PT Angkasa Pura II (AP 2) bersama pelaku industri bandara di Eropa, Asia Selatan dan Timur Tengah menyepakati tiga cara bagi sektor penerbangan global dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Tiga cara atau poin penting tersebut disimpulkan dalam webinar Panel Debate: ‘New Normal’ – What about the new possible? Building a better future for airport, yang digelar belum lama ini.  

Pembicara di dalam webinar tersebut berasal dari 4 kawasan, yaitu President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (Asia Tenggara), President Airport Council International (ACI) Europe Jost Lammers (Eropa), CEO Oman Airports Sheikh Aimen Al Hosni (Timur Tengah), dan Chief Strategy & Development Officer Bengaluru International Airport Limited Satyaki Raghunath (Asia Selatan).

Tiga poin penting tersebut yang dapat menjadi kekuatan sektor penerbangan dalam menghadapi pandemi adalah:

1. Kerja sama lebih erat di antara para pemangku kepentingan
Setiap stakeholder harus bekerja sama dengan erat seperti operator bandara, maskapai dan regulator, serta di antara sejumlah organisasi global yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO), International Air Transport Association (IATA), dan Airport Council International (ACI).

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di dalam webinar tersebut mengatakan Angkasa Pura II bersama stakeholder fokus pada 5 kunci utama dalam layanan kebandarudaraan di tengah pandemi.

“Kerja sama para stakeholder harus dilakukan lebih erat. Di dalam perspektif layanan bandara, PT Angkasa Pura II bersama stakeholder mengembangkan protokol dengan 5 kunci utama yaitu physical distancing, pemeriksaan kesehatan (health screening), layanan tanpa sentuhan (touchless processing), kebersihan dan disinfeksi fasilitas, serta perlindungan terhadap setiap orang,” ujar Muhammad Awaluddin.

Saat ini PT Angkasa Pura II juga tengah bekerja sama erat dengan maskapai untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan slot time penerbangan serta mengaktifkan kembali rute-rute domestik.

Sementara itu, President Airport Council International (ACI) Europe Jost Lammers mengatakan setiap pihak harus mempertahankan kerja sama yang erat.

“Ada banyak kesamaan yang kita miliki. Jika kita bisa mempertahankan kerja sama yang baik antara maskapai dan operator bandara maka itu adalah kesempatan yang sangat besar [dalam menghadapi COVID-19],” ujar Jost Lammers.

2. Digitalisasi
Stakeholder harus mampu mengimplementasikan digitalisasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan passenger experience dan sebagai upaya menghadapi tantangan COVID-19.

CEO Oman Airports Sheikh Aimen Al Hosni mengatakan konsep Single Token Journey cukup penting untuk diterapkan apalagi di tengah pandemi.

“Mulai dari curbside hingga penumpang berada di kursi pesawat, apakah mereka membawa bagasi atau hanya barang bawaan, bisa dilakukan secara automated termasuk koridor imigrasi,” jekas Sheikh Aimen Al Hosni.

Muhammad Awaluddin mengatakan digitalisasi memang salah satu fokus perseroan guna meningkatkan passenger experience.

“PT Angkasa Pura II telah melakukan digitalisasi untuk mempermudah perjalanan penumpang pesawat. Salah satu contohnya adalah aplikasi Travelation yang mendukung aplikasi Indonesia Airports. Travelation digunakan untuk melakukan pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang harus dipenuhi setiap orang yang ingin melakukan perjalanan dengan pesawat di tengah pandemi,” ujar Muhammad Awaluddin.

3. Mengembangkan bisnis non-aeronautika
Pelaku industri penerbangan harus mengeksploitasi bisnis non-aeronautika yang selama ini mungkin belum tersentuh optimal. Meningkatnya bisnis non-aeronautika dapat mengkompensasi penurunan bisnis aeronautika yang tertekan pandemi.

“Perlu adanya cara-cara baru penggunaan teknologi selain untuk meningkatkan customer experience juga secara fundamental kita harus bisa mengekesplor apakah dapat menghasilkan pendapatan tambahan menggunakan teknologi,” jelas Chief Strategy & Development Officer Bengaluru International Airport Limited Satyaki Raghunath.

Muhammad Awaluddin menuturkan pendapatan non-aeronautika dapat digenjot dengan memaksimalkan dan mengoptimalkan aset yang ada di luar bandara mau pun di dalam bandara misalnya melalui pengembangan konsep aerotropolis.

Melalui ketiga poin penting tersebut, pelaku global sektor kebandarudaraan optimistis dapat menghadapi tantangan COVID-19 dan melakukan sejumlah rencana pemulihan bisnis dan lalu lintas penerbangan.(ak)