HUT ke-1, ini kinerja LinkAja

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja

JAKARTA (IndoTelko) – LinkAja sudah hadir setahun di Indonesia. Tidak hanya sekadar uang elektronik, LinkAja yang menyasar seluruh lapisan masyarakat terutama segmen unbanked dan underbanked serta UMKM memiliki tujuan untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi.

Melalui tema ‘LinkAja 1 untuk Indonesia’, di momen hari jadi yang pertama ini, LinkAja berkomitmen penuh untuk memberikan akses layanan keuangan digital yang dapat dinikmati  oleh seluruh kalangan ­­­masyarakat di Indonesia.

“Kementerian BUMN mendukung pengembangan LinkAja di umur satu tahun ini sebagai salah satu inisiatif layanan keuangan dengan tujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Keberadaan LinkAja sebagai dompet elektronik terkemuka di Indonesia akan melengkapi ekosistem industri keuangan dalam menjangkau dan mengedukasi masyarakat, khususnya yang belum tersentuh oleh layanan perbankan. Dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia untuk terus maju dan sejahtera,” kata Wakil Menteri II Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja sangat bersyukur dan bangga telah menjadi bagian dari perjalanan dan pencapaian awal LinkAja di tahun pertama ini. "Seluruh kinerja dan kontribusi kami tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak penting. Terima kasih banyak kepada para pengguna setia, mitra, serta pemegang saham dan Kementerian BUMN atas segenap kepercayaan dan dukungan besar yang diberikan selama ini kepada LinkAja untuk menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” katanya.

Sebagai uang elektronik nasional, LinkAja menawarkan layanan pembayaran digital yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat. Sejak diluncurkan tahun lalu, LinkAja terus meningkatkan fitur dan layanannya.

Terbukti hingga Juni 2020, LinkAja telah dilengkapi dengan hampir 120 fitur dan dipercaya oleh hampir 50 juta pengguna yang tersebar di lebih dari 90% wilayah di seluruh Indonesia. Sebanyak 83% pengguna LinkAja tersebar di luar Jakarta, dengan 40% pengguna di antaranya berada di luar pulau Jawa.

Pertumbuhan LinkAja juga dapat terlihat dari semakin besarnya ekosistem holistik yang dimiliki berkat strategi kolaborasi LinkAja dengan berbagai pihak lintas sektor.

Fokus menyediakan kemudahan akses layanan keuangan digital untuk masyarakat aspiran dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, LinkAja telah melakukan kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah melalui digitalisasi pasar tradisional, layanan retribusi, hingga pengembangan UMKM.

Hingga Juni 2020 LinkAja juga telah mendigitalisasi pembayaran di 466 pasar tradisional seluruh Indonesia, bekerja sama dengan 234.000 merchant lokal dan menyediakan lebih dari 1 juta akses cash in kepada masyarakat, baik berupa bank channel, modern retail hingga layanan keuangan digital.

Mengedukasi masyarakat untuk terbiasa menggunakan uang elektronik di berbagai lini kehidupan, LinkAja juga memiliki lebih dari 250  pembayaran tagihan mencakup tagihan air PDAM, listrik, TV kabel, pulsa hingga voucher games, serta bekerja sama dengan 11.376 merchant nasional dan 1.569 e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Blanja.com, KlikIndomaret dan Alfacart.

Di lini transportasi, LinkAja telah bekerja sama menjadi mitra pembayaran bagi 104 moda transportasi seperti layanan pembayaran di PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Commuter Indonesia, Garuda Indonesia, Citilink hingga opsi pembayaran untuk transportasi online, transportasi lokal daerah seperti Trans Semarang hingga pembayaran taksi dan bus. Selain itu LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari 3000 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi, LinkAja juga bekerja sama dengan 22 lembaga asuransi serta menjadi mitra pembayaran untuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia yang membutuhkan alat pembayaran elektronik berlandaskan kaidah syariah, terutama mengingat Indonesia sebagai negara dgn jumlah populasi muslim terbesar di dunia, LinkAja menghadirkan Layanan Syariah LinkAja yang merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam. Di dalam ekosistem holistiknya saat ini, LinkAja juga telah bekerja sama dengan lebih dari 2263 tempat ibadah dan menyediakan platform donasi untuk 1841 lembaga umum dan lebih dari 13 ribu lembaga keagamaan.

“Dengan pencapaian awal yang kami raih di tahun pertama ini, LinkAja optimistis dapat menjadi produk pilihan bangsa yang unggul dan terpercaya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami harap keberadaan LinkAja dapat memberikan akses keuangan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh layanan keuangan, hingga pada akhirnya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mereka melalui ekonomi yg mandiri,“ tutup Haryati Lawidjaja.(wn)