Telkomsel kawal transformasi sistem jaringan internal operasional Alfamart

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro

JAKARTA (IndoTelko) – Telkomsel menyediakan solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mentransformasi jaringan operasional wide area network (WAN) milik Alfamart melalui solusi IoT Managed Service Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN).

Implementasi Managed Service SD-WAN  dari Telkomsel IoT akan membantu Alfamart meningkatkan performa bisnis dan produktivitas kinerja dengan tetap menjaga efisiensi biaya operasional selama masa pandemi hingga kondisi new normal yang akan segera dihadapi. Hal ini menjadi salah satu bukti pemanfaatan teknologi IoT untuk membantu dunia usaha dalam beradaptasi sekaligus menjaga produktivitasnya dengan aman dan efisien dalam segala situasi dan kondisi.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama Alfamart sekaligus mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan terhadap solusi inovatif bisnis korporasi berbasis IoT dari Telkomsel. Sebagai salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia, Alfamart telah menjadi bagian dari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam berbagai situasi dan kondisi. Menyadari hal tersebut, Telkomsel sebagai leading digital telco company ingin menjadi bagian dalam upaya transformasi digital Alfamart untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui implementasi teknologi berbasis digital terdepan dan andal untuk optimasi operasional perusahaan. Kami juga melihat langkah strategis ini dapat mengakselerasi digitalisasi lintas sektor yang akan memperkuat komitmen Indonesia menuju Revolusi Industri 4.0,” kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.

Direktur International Business & Technology Alfamart Bambang Setyawan Djojo, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, Alfamart tengah berupaya melakukan transformasi digital di lebih dari empat belas ribu gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kolaborasi bersama Telkomsel kali ini memperkuat semangat kami untuk terus memperluas digitalisasi di dalam operasional perusahaan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Kami percaya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Alfamart, namun juga akan berdampak positif bagi industri retail di Indonesia melalui peningkatan kualitas layanan hingga pengembangan infrastruktur yang semakin menunjang efisiensi dan produktivitas,” katanya.

Solusi Managed Service SD-WAN dari Telkomsel IoT mampu mentransformasi infrastruktur WAN yang dikelola Alfamart dengan menghubungkannya ke sistem cloud, sehingga sistem operasional jaringannya dapat terotomatisasi dan terintegrasi secara end-to-end. Selain itu, solusi SD-WAN ini juga dilengkapi dengan fitur Zero Touch Provisioning (ZTP) yang memungkinkan perangkat keras di dalam lingkup WAN yang telah dimiliki oleh Alfamart dapat terkonfigurasi secara otomatis ke dalam ekosistem baru berbasis cloud sehingga meminimalkan terjadinya kendala teknis oleh para pekerja.

Kemampuan yang ditawarkan oleh solusi Managed Service SD-WAN  ini memberikan setidaknya empat manfaat utama bagi Alfamart. Pertama, solusi tersebut membuat perangkat keras yang digunakan di gerai atau kantor cabang Alfamart dapat tersambung langsung ke data center pusat perusahaan melalui cloud, sehingga tidak membutuhkan data center penghubung lagi seperti pada WAN konvensional.

Kedua, Alfamart tidak perlu lagi menggunakan leased line dalam menghubungkan data center pusat, hub data center, dan gerai atau kantor cabang. Ketiga, koneksi langsung antara data center pusat dengan perangkat keras di gerai atau kantor cabang juga dapat membuat Alfamart menghindari gangguan teknis pada hub data center yang mampu mengganggu operasional secara luas. Sedangkan manfaat keempat adalah seluruh pengelolaan manajemen solusi SD-WAN yang akan dilakukan oleh Telkomsel, sehingga Alfamart tidak perlu lagi menjalankan pengendalian perangkat hingga pengamanan jaringan secara mandiri yang tentunya membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Keseluruhan manfaat ini akan menghadirkan sistem operasional terpadu yang lebih efisien dan efektif, yang akan meningkatkan produktivitas Alfamart secara keseluruhan.

Alfamart sendiri kini memiliki lebih dari empat belas ribu gerai di seluruh wilayah Indonesia, sehingga pemanfaatan Managed Service SD-WAN  dari Telkomsel IoT akan membantu manajemen trafik jaringan di setiap gerai Alfamart dengan lebih efisien. Pemanfaatan SD-WAN di wilayah pelosok akan membantu Alfamart untuk mengintegrasikan jaringan leased line yang sebelumnya membutuhkan proses lebih rumit dan waktu lebih lama. Sedangkan di kota-kota besar, implementasi SD-WAN akan membantu Alfamart mengatur trafik jaringan dengan menggunakan teknologi broadband 4G LTE maupun kombinasi broadband dengan leased line.

4G LTE di jaringan SD-WAN memainkan peran penting dalam meningkatkan operasi bisnis dan komunikasi melalui jalur yang beragam dan penyediaan yang cepat. Hal tersebut memainkan peran penting dalam percepatan implementasi dan penghematan biaya hingga 50% dibandingkan dengan koneksi tradisional. Selain itu, teknologi 4G LTE adalah satu-satunya alternatif yang bisa digunakan dimanapun lokasi sistem operasional berada.  Informasi lebih lanjut mengenai layanan IoT Telkomsel serta solusi IoT Managed Service SDWAN dapat diakses melalui https://telkomseliot.com/en/solutions/sdwan, LinkedIn Telkomsel IoT, atau Instagram @TelkomselIoT.

“Telkomsel berharap solusi berbasis IoT yang dihadirkan dapat memberikan perubahan positif bagi Alfamart dalam menumbuhkan bisnisnya lebih jauh lagi dan membantunya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Telkomsel juga optimis kolaborasi bersama Alfamart ini juga dapat menginspirasi para pelaku industri lainnya untuk bersama bertranformasi mengimplementasikan teknologi digital terdepan. Komitmen kuat dari Telkomsel untuk terus bergerak maju menjadi digital ecosystem enabler melalui upaya kolektif penguasaan teknologi berbasis digital terutama IoT terkini dalam lintas sektor industri, akan menjadi salah satu kunci penentu bagi Indonesia untuk lebih siap bersaing di era Industri 4.0,” tutup Setyanto.(wn)