Data pengguna Bhinneka dikabarkan bocor

JAKARTA (IndoTelko) - Industri eCommerce Indonesia tengah diuji daya tahannya menghadapi serangan dedemit maya kala wabah Corona merebak.

Dimulai dengan isu bocornya data pengguna milik Tokopedia, sekarang dikabarkan sekitar 1,2 juta data milik pengguna Bhinneka berhasil dibobol oleh hacker.

Dikutip dari laporan Zdnet dengan judul "A hacker group is selling more than 73 million user records on the dark web" belum lama ini terungkap kelompok hacker ShinyHunters, berhasil tak hanya membobol sistem milik Bhinneka tetapi juga sejumlah platform asing seperti Zoosk, Chatbooks, SocialShare, Home Chef,Minted, Chronicle of Higher Education, GGuMim, Mindful, dan StarTribune. Total data yang berhasil dijebol sebanyak 73,2 juta, dan dijual senilai US$18 ribu atau sekitar Rp 269 juta.

ShinyHunters adalah kelompok yang juga menjual 91 juta data pengguna Tokopedia di dark web.

Group Head Brand Communication & PR (BCPR) Bhinneka.com Astrid Warsito menjelaskan sedang melakukan investigasi terhadap kasus peretasan yang terjadi bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Sejak semalam saat artikel pertama muncul dari ZDNet, tim kami tengah melakukan investigasi mendalam atas kabar tersebut. Termasuk dari sisi cyber security-nya. Per saat ini, juga telah berkoordinasi intensif dengan pihak terkait seperti BSSN. Insiden ini dapat terjadi pada siapa pun dan kami mengajak para pelanggan untuk terlibat aktif dalam melawan cybercrime," jelas Astrid.

Bhinneka memastikan data pengguna dan password yang berada di database Bhinneka.com selalu terenkripsi dan tetap aman. Platform ini juga tidak menyimpan data pembayaran pelanggan, seperti kartu kredit ataupun debit.

"Kami pastikan, password customer di database selalu terenkripsi dan kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit, semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Bhinneka.com juga tidak memiliki layanan dompet digital," jelasnya.(wn)