Ini syarat bagi aplikasi PeduliLindungi sukses tekan penyebaran Covid-19

JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan kehadiran aplikasi PeduliLindungi di  Play Store and App Store yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menekan penyebaran wabah Corona (Covid-19) di Indonesia.

Aplikasi PeduliLindungi memiliki fitur aplikasi tracking yang dapat mendeteksi pergerakan terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang. Berdasarkan hasil tracking dan tracing,  masyarakat akan menerima warning untuk segera menjalankan protokol kesehatan apabila di sekitarnya terdapat pasien positif Covid-19.  

Saat ini aplikasi tersebut kabarnya sudah diunduh oleh 2,3 juta pengguna hanya dalam lebih waktu dua minggu. Jumlah yang terlihat banyak, namun masih sedikit dibandingkan dengan populasi pengguna telpon seluler atau smart phone di Indonesia. Aplikasi Aarogya Setu misalnya di India dalam waktu 15 hari sudah mencapai 65 juta pengunduh, meskipun dengan jumlah populasi lebih dari 5 kali Indonesia.

Co Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Sri Safitri mengungkapkan berbagai faktor menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan pengguna, diantaranya terkait keamanan data dan privasi pengguna, kurangnya keterlibatan publik, promosi dan sosialisasi manfaat dari aplikasi itu sendiri. Selain itu, meskipun inisiasi berasal dari Pemerintah, masih dirasa kurang mandat dari atas dan juga kurangnya keyakinan masyarakat akan pemerintah juga menjadi penyebab rendahnya pengunduh aplikasi ini.

"Kalau kita lihat di negara lain, mayoritas negara Asia dan Israel menggunakan satu aplikasi di tiap negara, sementara Amerika Serikat (AS) dan Eropa ada banyak aplikasi. Saat ini Jerman dan Inggris akan mengarah ke satu aplikasi. Kesepakatan penggunaan satu aplikasi juga penting bagi efektivitas PeduliLindungi  dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Aplikasi ini harus menjadi satu-satunya aplikasi untuk pengelusuran dan pelacakan di Indonesia untuk mengatasi Covid-19. Sehingga bahkan mungkin diperlukan perintah langsung dari Presiden di media massa atau media televisi agar warga Indonesia mengunduh aplikasi ini," kata Wanita yang juga menjadi Councillor Indonesia untuk ASEAN CIO Association (ACIOA) itu.

Khusus terkait isu keamanan, Safitri menyarankan pengembang aplikasi PeduliLindungi meningkatkan kemanan untuk berbagi data, misalnya dua langkah verifikasi OTP, enkripsi pada saat registrasi data dsb dan juga persetujuan pengguna untuk penggunaan data seperti di negara tetangga Singapura, Malaysia, dan India.

Pemerintah juga harus memberikan informasi ke masyarakat bahwa aplikasi yang sama juga digunakan di negara lain dengan insiden ancaman siber rendah bahkan hingga saat ini belum ada laporan insiden pada aplikasi dari negara-negara di atas.

"Mungkin karena sangat sedikit manfaat untuk meretas ke dalam aplikasi pelacakan kontak karena sebagian besar data dan informasi tidak disimpan langsung di aplikasi. Jika peretas menginginkan data lokasi, mungkin lebih mudah bagi mereka untuk fokus meretas API lokasi pada aplikasi game dan hiburan daripada aplikasi sejenis PeduliLindungi," ulasnya.

Ditambahkannya, Menkominfo juga perlu menunjukkan bahwa pemerintah bekerja erat dengan asosiasi dan penggiat keamanan siber untuk menciptakan jalur yang tepat untuk dilindungi dan memastikan aplikasi lebih aman lagi.

Untuk meningkatkan manfaat dari aplikasi PeduliLidungi, setalah diunduh, akan sangat bermanfaat lagi bila dapat diintegrasikan dengan platform e-health. Telemedicine menjadi kunci utama untuk mendorong percepatan mengatasi masalah Covid dan juga efektivitas kerja tenaga medis.

Ini semua agar aplikasi PeduliLindungi bisa mencapai 30 juta pengguna dalam sebulan dan akan menjadi efektif mencegah penyebaran Covid-19 di bumi Indonesia sehingga negeri ini tidak menjadi negara paling akhir dalam lomba pengentasan wabah.

"Saat ini tidak ada waktu lagi untuk mempertanyakan keamanan dan privasi aplikasi PeduliLindungi namun saatnya bekerja sama agar aplikasi ini diunduh sebanyak mungkin dan membawa manfaat sebesar mungkin. Bahkan kalau mau khawatir akan privasi atau keamanan, saya justru lebih khawatir dengan Google dan Apple yang berencana mengintegrasikan aplikasi pelacakan dengan perangkat gadget dimana setiap perangkat yang dijual akan memiliki otomatis fitur pelacakan dan untuk perangkat eksisting akan ditambahkan melalui fitur perangkat lunak ‘track my phone," tegasnya.(wn)