Qlue dukung layanan smart city di Tomohon

Founder & CEO Qlue, Rama Raditya

TOMOHON (IndoTelko) –  Qlue mendukung layanan smart city di Kota Tomohon untuk meningkatkan layanan publik, memahami berbagai potensi wilayah, memantau kinerja aparatur pemerintah, membangun koordinasi antar sektor, hingga merumuskan kebijakan strategis yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Peresmian aplikasi Qlue di Kota Tomohon dilakukan oleh Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, SE, Ak, CA, dan Chief Commercial Officer (CCO) dan Chief Operations Officer (COO) Maya Arvini, dan disaksikan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tomohon di Balai Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Penerapan Qlue merupakan bagian dari tahapan Tomohon Smart City dan gerakan 100 Smart City yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Qlue hadir di Tomohon bertepatan dengan tahun ke-4 kepemimpinan Jimmy Feidie Eman dan Syerly Adelyn Sompotan di kota tersebut. Acara ini digelar di Anugerah Hall, Tomohon dan dihadiri oleh tokoh dan masyarakat Kota Tomohon.

Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, SE, Ak, CA mengatakan Qlue hadir untuk meningkatkan kemampuan command center yang dimiliki oleh Tomohon Smart City dengan memasang dashboard terintegrasi yang dapat menggabungkan berbagai data ke dalam dashboard Qlue. Dashboard Qlue juga mampu mengumpulkan menganalisis, dan mengintegrasikan berbagai data antara lain data laporan warga, data wilayah administrasi, data klinik dan pelayanan kesehatan, data sekolah dan pendidikan, data tempat ibadah, data kantor pemerintahan, dan data jumlah penduduk di setiap kecamatan dan kelurahan di Tomohon. Data-data tersebut akan digunakan oleh pimpinan daerah untuk merumuskan kebijakan strategis.

Di sisi pelayanan publik, masyarakat Kota Tomohon dapat memangkas birokrasi dengan langsung menyampaikan keluhan yang ada di lingkungan mereka maupun mengenai pelayanan pemerintah langsung melalui aplikasi Qlue. Keluhan tersebut antara lain sampah, banjir, sanitasi, kebakaran, pelanggaran lalu lintas, parkir liar, tunawisma, dan iklan liar. Berbagai keluhan masyarakat akan masuk ke dalam aplikasi QlueWork yang digunakan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya, laporan parkir liar di Kota Tomohon akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Kota Tomohon. Keluhan masyarakat akan menjadi data dan bahan evaluasi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Pemerintah Kota Tomohon ingin membangun konsep pemerintahan yang akuntabel dan transparan dalam pilar smart government, sejalan dengan misi kami dalam program EMAS (E-government, Mengubah Wajah Kota, Akselerasi Pembangunan, dan Smart City). Kami bermitra dengan Qlue sebagai perusahaan penyedia ekosistem smart city yang bisa membantu kami dalam mewujudkan misi tersebut dengan berbagai solusi smart city yang kami butuhkan, mulai dari aplikasi pelaporan warga QlueApp, aplikasi manajemen tenaga kerja QlueWork, dan dashboard terintegrasi dalam QlueDashboard,” kata Jimmy Feidie Eman.

Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, mengatakan Qlue bangga membantu Kota Tomohon dalam mewujudkan kota pintar dengan berbagai solusi smart city yang komprehensif. Dengan memanfaatkan smartphone, warga Tomohon dapat melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial menggunakan QlueApp. Warga Tomohon dapat memonitor status laporan di dalam aplikasi, mulai dari menunggu, proses, hingga selesai. Dengan fitur geotracking, laporan warga langsung masuk ke dalam QlueDashboard agar masalah dapat langsung dipetakan, dan ditindaklanjuti.

“Data Biro Pusat Statistik Kota Tomohon menunjukkan sekitar 84% penduduk Kota Tomohon menggunakan ponsel, di mana 57% dari jumlah tersebut memiliki akses ke internet. Kami berharap penduduk Kota Tomohon dapat memanfaatkan berbagai teknologi dan inovasi Qlue dalam layanan publik yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Solusi teknologi dari Qlue akan membantu Pemerintah Kota Tomohon untuk merespon berbagai masalah kota dengan cepat dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup warga Tomohon,” ujar Rama.

Qlue juga mengembangkan sensor dan analisis video yang secara otomatis dapat mendeteksi wajah, mengklasifikasi dan menghitung jumlah mobil, plat nomor, jumlah orang, dan kemampuan lainnya yang disematkan di CCTV dan lampu pengatur lalu lintas. Solusi Qlue ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan, mengurai kemacetan dan peringatan secara otomatis bagi pelaku parkir liar melalui teknologi AI dan IoT.

“Sebagai perusahaan yang menyediakan ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, Qlue akan terus melakukan inovasi di berbagai kota di Indonesia untuk mempercepat perubahan positif dan mewujudkan Indonesia smart nation. Saat ini Qlue telah hadir di lebih dari 43 wilayah dan lebih dari 50 institusi lintas industri, mulai dari pemerintah daerah dan pusat, properti/kota satelit, keamanan, konstruksi, bantuan pasca bencana, dan lain-lain,” tutup Rama.(wn)