5G akan bikin perusahaan chip Taiwan menang banyak

JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan chip asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) memprediksi pendapatannya telah berada di atas ekspektasi awal. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya pesanan untuk chip 7nm dan smartphone 5G.

Dilansir melalui cdrinfo.com, perusahaan chip terbesar di dunia itu mengumumkan pendapatan sebesar NT$317,24 miliar atau sekira Rp144,6 triliun. Total net income yang mereka dapatkan sekitar NT$116,04 miliar atau setara Rp52 triliun.

Ini artinya, laba per saham dilusi sebesar NT$4.47 pada kuartal ke-4 tahun lalu, yang berakhir 31 Desember 2019.

Masih menurut data TSMC, pada kuartal keempat tahun ini, pengapalan chip 7-nanometer berjumlah 35% dari total revenue. Sedangkan chip 10-nanometer berkontribusi hanya 1%. Di sisi lalin, chip dengan teknologi pemrosesan 16-nanometer memiliki kontribusi 20%.

“Kuartal keempat di perusahaan kami banyak tertolong karena kebutuhan yang besar akan smartphone high-end. Apalagi yang berbasis 5G, dan yang membutuhkan aplikasi terkait dengan performa komputasi. Semua itu membutuhkan teknologi yang saat ini memimpin di dunia, yakni chip 7-nanometer,” ujar Wendell Huang, VP dan Chief Financial Officer TSMC.

Semakin tingginya demand terhadap smartphone 5G, Huang yakin jika TSMC juga akan terus tumbuh dari sisi pendapatan dan keuntungan. Bahkan dia memprediksi pada kuartal pertama 2020, revenue akan mencapai US$10,2 miliar.

TSMC mengaku selama ini mereka memang melakukan investasi yang cukup besar terkait teknologi masa depan. Ini dilakukan untuk mengungguli kompetitor seperti Samsung dan Intel. TSMC mengatakan telah menghabiskan US$15 miliar untuk teknologi dan kemampuannya di 2019, mengantisipasi munculnya smartphone 5G.

Namun begitu, analis memperingatkan TSMC adanya potensi kerugian akibat terhambatnya rantai pasokan smartphone 5G ke AS. Pasalnya, TSMC diketahui bekerja sama dengan Huawei untuk membuat chip smartphone vendor China itu.

TSMC dengan tegas mengatakan jika Apple dan Huawei merupakan dua diantaranya klien besarnya.

Seperti halnya Micron Technologies dan Samsung, TSMC juga yakin jika pasar semikonduktor dunia akan siap untuk pemulihan bertahap di tahun ini. Hal tersebut seiring dengan semakin kuatnya permintaan terkait perangkat 5G, kecerdasan buatan dan aplikasi yang berhubungan dengan mobil otonom.(sr)