Bandara Internasional Minangkabau makin digital sambut Nataru 2020

PADANG (IndoTelko) - PT Angkasa Pura II (AP 2) menyiapkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) makin digital menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan ada 3 hal yang menjadi prioritas perseroan yaitu Pertama, People, ini tentang kecukupan personil dalam hal operasi mandatori kebandarudaraan.

Kedua, Process,  memastikan bahwa seluruh standard operating procedure (SOP) antar stakeholder berjalan optimal dan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, Facilities, seluruh fasilitas dan infrastruktur operasi serta pelayanan akan diperhatikan, terutama yang mandatori seperti misalnya aspek mechanical electrical facilities, airside, land side dan data network sehingga BIM dapat sempurna melayani di seluruh customer touchpoint yang bersinggungan dengan operasi penumpang pesawat pada peak season Angkutan Nataru.

"Saat ini sudah terdapat beberapa fasilitas Digital Airport untuk BIM," katanya kepada IndoTelko, kemarin.

Beberapa fasilitas yang siap memanjakan penumpang pesawat itu diantaranya Digital Banner, Video Tron, Self Check In, Digital Map, Digital Info BMKG, dan Flight Information Display.

Sementara fasilitas lainnya yang disiapkan BIM untu Nataru 2020  Posko Terpadu yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di BIM termasuk TNI dan POLRI berikut dengan Otoritas Bandara WIL VI sebagai perwakilan regulator.

Hiburan selama POSKO yg bekerjasama dengan Komunitas Seni dan Kreatifitas Padang seminggu 3 kali (Senin, Rabu, dan Sabtu) untuk menghibur para penumpang dan Pengunjung BIM.

"Kami prediksi lonjakan penumpang untuk Nataru dibandingkan dengan hari biasa naik sekitar 5%," katanya.

Asal tahu saja, Angkasa Pura II tengah mengebut pembangunan Terminal baru di Bandara Internasional Minangkabau agar bisa soft operation pada Februari 2020. Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 60%.

Adapun terminal baru bagi penumpang pesawat itu dibangun persis di samping terminal eksisting.

Nantinya, terminal baru dan terminal eksisting akan terhubung sehingga juga dilakukan desain ulang tata letak (layout) gedung terminal guna menjamin kelancaran alur keberangkatan dan kedatangan penumpang di rute domestik mau pun internasional.

Setelah terminal baru dan terminal eksisting terhubung maka Bandara Internasional Minangkabau memiliki kapasitas 5,7 juta penumpang pesawat setiap tahunnya, atau meningkat signifikan dibandingkan dengan saat ini hanya 2,2 juta penumpang per tahun. Jumlah penumpang pada 2018 sudah mencapai sekitar 4,2 juta orang.

“Pada Februari 2020, terminal baru siap dibuka untuk soft operation, lalu pada September 2020 siap untuk ultimate operation. Terminal baru akan terhubung dengan terminal eksisting, dan tentunya juga dilakukan revitalisasi terhadap terminal eksisting,” ujar Muhammad Awaluddin.

Di samping membangun terminal baru, PT Angkasa Pura II juga telah menyelesaikan 100% pengembangan apron.

Apron diperluas menjadi 92.250 meter persegi sehingga memiliki 15 parking stand pesawat, dibandingkan sebelumnya hanya 8 parking stand. Adapun parking stand saat ini dapat mengakomodir pesawt berbadan sedang (narrow body) seperti Boeing 737 dan Airbus 320, hingga pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Boeing 747, Boeing 777, serta Airbus A330.(id)