Mitratel dan Protelindo menjadi pemenang tender 3.100 menara Indosat

JAKARTA (IndoTelko)- PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo menyatakan dua perusahaan menjadi pemenang dari lelang terbuka 3.100 menara yang dimilikinya.

Kedua perusahaan itu adalah PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra/ Mitratel).

"Informasi itu benar (soal pemenang lelang)," ungkap SVP Corporate Communication Indosat Turina Farouk dalam keterangan singkat ke IndoTelko, Selasa (15/10).

Dalam keterbukaan informasi yang ditayangkan di media cetak pada Selasa (15/10), terlihat Mitratel berhasil memenangkan 2.100 menara, sementara Protelindo memenangkan 1.000 menara yang dilelang.

Total nilai transaksi dari lelang 3.100 menara ini adalah sekitar Rp6,393 triliun.

Mitratel memenangkan 2.100 menara milik Indosat yang tersebar di beberapa daerah wilayah Indonesia, diantaranya adalah : DKI Jakarta, Banten, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, NAD, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Nilai dari 2.100 menara yang dimenangkan Mitratel sekitar Rp4,43 triliun. Saat ini Mitratel telah mengelola lebih dari 13.700 tower telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah dan melayani semua operator seluler di Indonesia.

Sementara seribu menara Indosat yang dimenangkan Protelindo berada di DKI Jakarta, Banten, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, NAD, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Nilai transaksi untuk seribu menara sekitar Rp1,95 triliun.

Indosat telah menandatangani Sale Purchase Agreement (SPA) dengan Protelindo dan Mitratel pada 14 Oktober 2019.

Selain itu juga ada Perjanjian Induk Sewa Tower (Master Tower Lease Agreement) dan Perjanjian Induk Sewa Tower (Master Tower Lease Agreement) dengan kedua pemenang lelang pada 14 Oktober 2019 yang akan berlaku selama 10 tahun.

Protelindo dan Mitratel harus membayar harga pembelian kepada Indosat pada saat penutupan Rencana Transaksi, yang dijadwalkan pada tanggal 16 Desember 2019.

Rencana transaksi ini diyakini memiliki dampak positif terhadap keuangan Indosat dimana pelaksanaannya dapat menaikkan tingkat likuiditas dan solvabilitas keuangan Perseroan yang kemudian meningkatkan kemampuan pinjaman Perseroan.(dn)