Dikabarkan lakukan PHK massal, ini kata Bukalapak

JAKARTA (IndoTelko) - Bukalapak menjadi salah satu topik pembicaraan pengguna internet (warganet) pada Selasa (10/9).

Pemicunya, tersiar kabar telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di salah satu Unicorn nusantara itu.

Karyawan dari beberapa divisi seperti engineer, marketing, dan costumer service kabarnya menjadi korban dari keputusan PHK massal itu. Namun, ada juga tersiar kabar korban PHK paling banyak di Bukalapak dari unit contact center karena Bukalapak memindahkan layanan tersebut dari Jakarta ke Semarang. Pemicunya, Upah Minimum Regional (UMR) di Jakarta terlalu tinggi dibanding Semarang.

"Kalau soal isu-isu yang beredar tentang pemicu dari penataan Sumber Daya Manusia (SDM) itu saya tak mau komentar. Tetapi alasan resminya sesuai pernyataan Chief of Strategy Officer of Bukalapak yang saya kirim," ungkap Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono kepada IndoTelko dalam pesannya (10/9) malam.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo dalam pernyataannya menyatakan seiring dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam, penataan diri di dalam suatu perusahaan tentunya juga harus dilakukan untuk mengikuti dinamika ini.

"Bukalapak bertujuan untuk menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia. Oleh karena itu, kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami, melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya," katanya.

Dikatakannya, menjadi "Sustainable E-commerce” (perusahaan eCommerce yang menghasilkan keuntungan) penting bagi manajemen karena walaupun pertumbuhan gross merchandise value (GMV) adalah indikator yang penting bagi semua eCommerce, Bukalapak telah melangkah ke tahap yang lebih jauh dan menghasilkan kenaikan dalam monetisasi, memperkuat profitabilitas, yang saat ini berjalan dengan baik dan bahkan melampaui ekspektasi.

"Gross Profit kami di pertengahan 2019 naik 3 kali dibandingkan pertengahan 2018 dan kami mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir ini. Kami ingin menjadi eCommerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dan dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai breakeven bahkan keuntungan dalam waktu dekat. Bagi para pengguna dan partner bisnis kami, penataan ini berarti kami bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan layanan dan memberi dampak positif lebih luas," tutupnya.

Asal tahu saja, Bukalapak menjadi startup dengan label Unicorn pada 2018.

Dikutip dari laporan keuangan untuk enam bulan pertama 2017 milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) terlihat kinerja keuangan dari Bukalapak masih dalam rapor merah alias merugi. EMTEK memiliki saham di PT Bukalapak.com (Bukalapak) sebesar 49,08% melalui anak usaha PT Kreatif Media Karya (KMK).

Dalam laporan keuangan untuk semester I 2017 itu terlihat per Desember 2016, Bukalapak memiliki aset Rp 117,12 miliar, kewajiban (Rp 182,84 miliar), pendapatan (Rp 34,9 miliar) dan rugi Rp 498,325 miliar.

Sementara hingga pertengahan tahun 2017, kinerja Bukalapak secara finansial adalah memiliki aset Rp 30,370 miliar, kewajiban (Rp 165,079 miliar), pendapatan (Rp 69,935 miliar), dan merugi Rp 119,018 miliar.

Pada 2018, Bukalapak berhasil menembus transaksi atau GMV sebesar Rp 4,7 triliun per bulan dengan memiliki 4 juta pedagang dan 50 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia.

Bukalapak memiliki tiga fokus pengembangan yang dilakukannya sepanjang 2019 ini. Tiga fokus itu adalah menggenjot bisnis eCommerce melalui new retail, mengembangkan produk fintech, serta memperkuat saluran pembayaran.(dn)