Papua membara, Rudiantara bantah perintahkan "Total Blackout" layanan telekomunikasi

Rudiantara

JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat suara tentang layanan telekomunikasi di Papua pasca terjadinya kerusuhan di Jayapura pada Kamis, (29/9) siang.

Menkominfo Rudiantara menyatakan tak ada "Total Blackout"  (Pemadaman) layanan telekomunikasi di Papua.

"Kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan atas layanan data (tidak ada kebijakan black out) sementara layanan suara (menelepon/ditelepon) serta SMS (mengirim/menerima) tetap difungsikan," tegasnya melalui rilis yang dikeluarkan, Kamis (29/9) jelang tengah malam.

Diungkapkannya, yang terjadi di Jayapura, ada yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel yang mengakibatkan matinya seluruh layanan telekomunikasi di beberapa wilayah Jayapura.

Telkomsel sedang berusaha untuk memperbaiki kabel yang diputus atau melakukan pengalihan trafik agar layanan suara & SMS bisa segera difungsikan kembali.

"Kami juga sudah koordinasi dengan POLRI/TNI untuk membantu pengamanan perbaikan di ruang terbuka," tutupnya.
 
Sebelumnya, pada Kamis (29/9) sore beredar kabar di Media Sosial (Medsos) terjadi pemadaman total layanan telekomunikasi di Jayapura.

TelkomGroup sebagai penguasa pasar Halo-halo di daerah itu menyatakan layanan Telkomsel dan IndiHome masih dapat beroperasi di beberapa lokasi. (Baca: Telkom di Jayapura)

Layanan Telkomsel di sebagian wilayah Base G dan Abepura tidak beroperasi. Begitu pun halnya dengan layanan IndiHome di sebagian wilayah Abepura yang juga mengalami gangguan.

Gedung pelayanan pelanggan TelkomGroup di Koti dalam kondisi terbakar meskipun tingkat kerusakan belum diidentifikasi mengingat keadaan yang belum memungkinkan. Sedangkan gedung TelkomGroup lainnya dalam kondisi aman.(dn)