Envy Technologies hanya raup Rp222 miliar dari IPO

Manajemen Envy Technologies Indonesia

JAKARTA (IndoTelko) - PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) resmi mencatatkan sahamnya di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/7).

Emiten dengan kode saham ENVY ini menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) yaitu PT Erdikha Elit Sekuritas untuk menjual sebanyak 600 juta saham kepada publik.

Jumlah ini setara dengan 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga IPO yang ditetapkan Rp370 per saham. Artinya, Perseroan meraih dana IPO mencapai Rp222 miliar.

Direktur Utama Envy Technologies Mohd  Sopiyan bin Mohd. Rashdi mengatakan, rentang harga penawaran pada saat masa penawaran awal (bookbuilding) yakni antara Rp 350 per saham sampai harga Rp 475 per saham, sedangkan harga yang ditetapkan Rp 370 per saham.

Perseroan berencana menggunakan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah sebesar 31,40% akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Informatika, sebesar 24,56% akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi.

Kemudian 2,11% akan digunakan Perseroan untuk Penelitian dan pengembangan diantaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development dan sebesar Rp 48 miliar atau sebesar 22,84% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Perseroan.

Sisanya sebesar 19,09% akan digunakan Perseroan sebagai modal kerja antara lain: Gaji Karyawan, Sewa kantor, dan Biaya-biaya Umum dan Administrasi.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan sebesar Rp77,16 miliar atau setara dengan 2.424,90% dibandingkan pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp3,18 miliar.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar.

“Strategi di tahun ini, Perseroan membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan,” kata Mohd. Sopiyan.

Hingga akhir tahun ini, manajemen optimistis pendapatan bisa mencapai Rp102,76 miliar dan tahun depan targetnya dipatok sebesar Rp105,40 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp7,27 miliar pada tahun ini, sedangkan tahun depan sebesar Rp23,79 miliar. Aset pada tahun ini ditargetkan menyentuh Rp391,46 miliar dan pada 2022 diharapkan bisa menembus Rp545,88 miliar.

Sopiyan mengatakan, sepanjang semester I-2019, perusahaannya sudah mencapai dua pertiga dari target pendapatan 2019.

Perusahaan ini juga akan merambah ke bisnis teknologi lainnya, seperti ke bidang olahraga, perikanan, dan lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan.

Sebagai informasi, ENVY dulunya bernama PT Scan Nusantara yang didirikan pada 27 September 2004. ENVY bergerak di bidang jasa teknologi informasi yang menyediakan beragam layanan bisnis, yaitu keamanan informasi digital, sistem integrasi informatika, dan sistem integrasi telekomunikasi.(wn)