Melongok layanan digital di Bandara Kertajati

JAKARTA (IndoTelko) - Bandara Internasional Kertajati pada 30 Juni 2019 telah mulai melayani seluruh penerbangan domestik.

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Kertajati telah siap melayani operasional penerbangan domestik di antaranya dengan menyediakan berbagai fasilitas utama dan fasilitas pendukung bagi maskapai dan penumpang pesawat. 

Seluruh fasilitas dan layanan di sejumlah area seperti keberangkatan dan kedatangan, hingga transportasi publik sudah tersedia saat penerbangan domestik beroperasi di Kertajati. 

VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan supaya pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati berjalan mulus dan lancar.

“AP II selaku operator Bandara Kertajati berkomitmen penuh menghadirkan standar tinggi pelayanan sehingga Kertajati dapat menjadi kebanggaan masyarakat khususnya Jawa Barat,” ujar Yado Yarismano.

Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Kertajati Ibut Astono mengatakan fasilitas utama dan fasilitas pendukung sudah siap untuk melayani penerbangan.

Ibut Astono mengatakan di area keberangkatan, terdapat banyak jumlah meja check-in yakni mencapai 26 unit agar penumpang dapat cepat memproses keberangkatan dan mendukung kelancaran penerbangan.  

"Selain meja check-in, terdapat 6 unit mesin self check-in yang dapat semakin mempersingkat waktu penumpang dalam memproses keberangkatan," ujar Ibut Astono.

Kertajati juga dilengkapi dengan 77 unit flight information display system (FIDS) yang menginformasikan jadwal penerbangan, lalu untuk memantau keamanan bandara ini memiliki 294 unit CCTV. 

Adapun fasilitas pendukung di lokasi pemeriksaan penumpang pesawat (security check point/SCP) terdapat 12 unit x-ray, 10 unit walkthrough metal detector (WMTD), serta puluhan handheld metal detector. 

Angkasa Pura II juga mengoperasikan 6 unit garbarata yang menghubungkan terminal keberangkatan dengan pintu pesawat, guna mempermudah proses penumpang naik pesawat (boarding). 

"Di area kedatangan, baggage handling system (BHS) dilengkapi dengan 4 baggage claim conveyor yang mengantar bagasi dari pesawat ke penumpang," jelas Ibut Astonoz

Ketika tiba di Kertajati, penumpang pesawat dapat memilih beragam alternatif moda transportasi publik guna tiba di tujuan akhir. Hingga saat ini terdapat 11 operator transportasi publik yang melayani rute dari dan ke Kertajati. 

Seluruh operator transportasi publik yang mengoperasikan bus dan angkutan travel itu juga memberikan diskon tarif sebagai bentuk dukungan mereka bagi kesuksesan Kertajati dan masyarakat luas. 

Adapun dari sisi keamanan dan keselamatan penerbangan, Kertajati dilengkapi sebanyak 6 unit kendaraan yang dioperasikan oleh unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Sementara itu untuk sisi udara (airside), Kertajati dilengkapi 4 parking stand untuk pesawat berbadan lebar (wide body) dan 18 parking stand untuk pesawat berbadan sedang (narrow body). Bandara ini juga memiliki runway dengan dimensi 3.000 m x 60 m.

Di sisi logistik, area pelayanan kargo di Kertajati juga sudah siap dioperasikan untuk melayani seluruh penerbangan, termasuk bisnis kargo maskapai. 

PT Angkasa Pura Kargo (APK), anak usaha dari AP II, mengelola gudang kargo domestik seluas 2.240 meter persergi di Kertajati. 

Direktur Utama Angkasa Pura Kargo Denny Fikri mengatakan gudang kargo di Kertajati dilengkapi fasilitas untuk menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Gudang kargo yang dikelola APK ini dilengkapi fasilitas standar untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, seperti x-ray dan sebagainya. Kami pastikan juga bahwa gudang kargo ini siap untuk menunjang bisnis logistik maskapai.”

“APK sendiri memperkirakan jumlah kargo yang akan dikelola di Kertajati pada tahun pertama 2019 ini mencapai 85.000 kg per bulan, dengan asumsi 20 penerbangan setiap minggunya,” ujar Denny Fikri.

Lancar
Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan hingga Minggu (30/6) malam, pengalihan penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka  berjalan dengan lancar. 

“Saya terus memantau pengalihan penerbangan sampai penerbangan terakhir yang mendarat di Bandara Kertajati. Petugas dengan baik menyambut kedatangan penumpang pada penerbangan terakhir tadi malam dan memastikan tidak ada penumpang yang tidak terangkut transportasi darat menuju ke kota tujuan,” jelasnya.  

Menhub mengapresiasi kerjasama yang baik dari stakeholder terkait, sehingga proses pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Kertajati, Majalengka berjalan lancar.

"Saya mengapresiasi Angkasa Pura II, maskapai, Pemprov Jabar, Dishub Jabar, perusahaan angkutan jalan, dan stakeholder terkait lainnya, sehingga pengalihan rute ke Bandara Kertajati pada Minggu, 30 Juni 2019 dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” jelas Menhub.

Menhub berharap dengan adanya pengalihan penerbangan ini, Bandara Kertajati semakin ramai dan membawa dampak positif bagi pemerataan peningkatan perekonomian di Jawa Barat khususnya di daerah Kertajati, Majalengka dan sekitarnya seperti Cirebon, Patimban, Kertapatidan lain-lain.

"Kami optimis jika Bandara Kertajati dapat maju dan berkembang pesat sehingga mampu mendorong pemerataan perekonomian masyarakat di Jawa Barat," ungkap Menhub Budi.

Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun, dan nantinya dilakukan pengembangan hingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

Bandara Kertajati adalah bandara terbesar di Jawa Barat dan diproyeksikan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta di Cengkareng.(wn)