Bukalapak dipercaya tingkatkan kualitas Technopreneur Jatim

ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko)  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi meluncurkan program Millenial Job Center (MJC), East Java Super Coridor (EJSC) dan Big Data pada tanggal 27 Mei 2019 lalu.

Peluncuran ketiga program ini juga bertepatan dengan sebelum berakhirnya 99 hari pertama program kerja pemerintahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Dalam bidang teknologi informatika, program MJC juga akan melakukan kolaborasi bersama beberapa perusahaan teknologi yang selama ini telah melakukan program pendampingan di sekitar Provinsi Jawa Timur.

Program MJC akan memfasilitasi usaha kreatif dengan pemberdayaan, pembiayaan modal, promosi usaha serta pelatihan kerja dan peningkatan vokasi untuk meningkatkan pasokan tenaga kerja aktif di Jawa Timur yang menurut Data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berjumlah 3,99% dari total angkatan kerja.

Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur sendiri tercatat di Tahun 2018 berjumlah 21.300.423 dari total penduduk Jawa Timur yang berjumlah sekitar 39 juta jiwa.

Didapuk sebagai satu-satunya eCommerce untuk berkolaborasi di dalam program MJC sebagai Mentor para talenta milenial di bidang IT, Bukalapak melihat program ini sangat tepat dalam meningkatkan kapabilitas tenaga kerja bidang teknologi informatika di Indonesia dalam menyambut industri digital 4.0.

Hal ini disebabkan karena menurut data yang dirilis oleh AT Kearney di Tahun 2017, Indonesia baru menghasilkan 278 engineer per 1 juta penduduk. Angka ini masih di bawah negara-negara tetangga di Asia seperti Malaysia (1.834), Thailand (1.248), Vietnam (1.094), dan India (1.159). Bukalapak melihat program ini sangat diperlukan tidak hanya di Provinsi Jawa Timur tapi juga dalam cakupan nasional.

“Kami sangat menyambut baik bahwa Bukalapak ditunjuk sebagai salah satu mitra yang dianggap mampu untuk bekolaborasi sebagai penyedia mentor didalam program MJC ini. Kita semua tahu bahwa dunia digital di Indonesia saat ini semakin menggeliat namun tidak diimbangi dengan pasokan jumlah tenaga IT yang cukup. Oleh sebab itu, kami akan melakukan mentorship yang tepat sehingga diharapkan dapat menjadi regenerasi para talenta muda dan mempermudah para klien dalam menjaring masuk para milenial IT yang mana hasilnya akan mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu, profesi IT juga dapat tumbuh subur melalui program MJC khususnya bagi anak muda di Jawa Timur,” kata Public Policy and Government Relations Manager Bukalapak Luciana Dita dalam keterangan kemarin.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa selain mempersiapkan program-program ini, pihaknya juga telah melakukan exercise di beberapa titik sehingga tidak hanya menyiapkan dari sisi kemampuan saja tetapi juga ekosistem pendukung yang terbaik.

“Persiapan ekosistem ini lah yang harus dikoordinasikan dengan klien yang disebut dunia usaha dunia industri/dudi dan mentornya. Selain itu juga talentanya sendiri apakah anak-anak lulusan SMK/SMA atau S1,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menyediakan pengembangan pusat informasi super koridor (EJSC). Kedepannya, program ini akan menghubungkan para pelaku usaha dengan permintaan pasar.

Khofifah juga menambahkan, lewat MJC sebetulnya para milenial tidak hanya sekadar mendapat keterampilan dari pelaku digital ekonomi, tetapi juga menyambungkan akses pasar ke UKM dan IKM. Besar harapan bahwa program-program yang diluncurkan hari ini bisa memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

“Saya ingin UKM dan IKM indah dan potensial di mata milenial, nelayan maupun petani. Karenanya inovasi dan kolaborasi harus terus kita lakukan,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak,menyampaikan bahwa tantangan mencetak wirausaha muda perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini penting dilakukan karena tingkat pengangguran terbanyak didominasi oleh kalangan lulusan SMA ke atas.

“Para lulusan SMA sederajat merupakan penyumbang pengangguran terbesar, bisa jadi karena pekerjaan yang mereka minati tidak tersedia di pasar. Oleh sebab itu, MJC merupakan salah satu solusinya,” tutur Emil sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Timur.

Emil menambahkan, saat ini para milenial lebih memilih pekerjaan yang tidak terikat waktu atau kontrak seperti web developer, content creator, ataupun digital marketing.

Disinilah MJC berperan yaitu dengan mempertemukan para talenta yang belum memiliki pengalaman dengan mentor dan klien dunia digital serta usaha. “Kami akan memberikan fasilitas bagi para talenta untuk mengembangkan keterampilannya dengan didampingi mentor,” tuturnya sembari menjelaskan program MJC yang sepenuhnya akan dikawal dengan baik sehingga bisa dioperasikan secara total pada tahun 2020.

Bukalapak sendiri telah mendukung pemerintah provinsi Jawa Timur dalam menjalankan e-government yang sangat terkait dengan Big Data dan akan menjadi lebih efektif untuk membantu perkembangan provinsi Jawa Timur dari sektor ekonomi di setiap desa hingga ke pelayanan publik.(ak)