Andalkan data crowd-source, pakar statistik prediksi pemenang Pilpres

JAKARTA (IndoTelko) - Penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) masih terus berlangsung hingga (7/5). 

Mengutip Sistem Informasi Penghitungan (Situng) suara dari KPU per 7 Mei 2019 jam 11:30:04, sudah dihitung suara milik 565.314 dari 813.350 TPS (69,50440%).

Kemenangan sementara masih untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin (56,32%), sedangkan lawannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (43,68%). (Baca: Situng KPU)

Dari situs agregasi Realcount.id per 7 Mei 2019 jam 06.07 WIB menyatakan di platform crowd-source KawalPemilu suara untuk Jokowi sudah mencapai 56.547.813 suara (55,6%), sementara Prabowo baru 45.221.428 suara (44,4%). Platform ini baru mengumpulkan 67,26% suara dari total TPS yang ada.

Platform crowd-source lainnya, Ayo Jaga TPS baru mengumpulkan 4,59% suara dari total TPS yang ada dimana Jokowi sementara meraih 2.833.841 suara (37,1%) sedangkan Prabowo sebanyak 4.806.196 suara (62,9%).

Diolah
Secara terpisah, Pakar statistik dari Universitas Pancasila Edy Supriyadi mencoba mengolah data yang dimilik platform crowd-source Ayo Jaga TPS untuk memprediksi pemenang Pilpres 2019-2024.

"Data Ayo Jaga TPS di ambil karena relawannya lebih terverifikasi secara data base," kata jebolan S3 dari IPB itu di Jakarta, (7/5).

Asal tahu saja, untuk mejadi relawan Ayo Jaga TPS harus menyertakan No Handphone, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan upload foto E-KTP. Selain itu tersedia 3 filter utama dalam proses cleansing data yang masuk ke sistem, sebagai tambahan filter paling fundamental "apakah yang upload data itu manusia atau bukan". (Baca:Ayo Jaga TPS)

Ayo Jaga TPS mengharuskan data ada foto C1, kalau tidak TPS itu akan di-drop. Jika ada lebih dari satu input terhadap satu TPS, dan ada perbedaan angka, maka TPS itu juga akan di-drop. Jika total suara sah + tidak sah dari satu TPS > 600 maka data TPS itu akan di-drop. (Baca: Data Jaga TPS)

Edy menjelaskan berdasarkan data sample yang diperoleh para relawan di 34 propinsi terkumpul data sebanyak 37.140 TPS sebagai sampel dari populasi sebanyak 809.041 TPS atau data yang masuk sebanyak 0.04590 atau 4.5%.

Adapun metode sampling yang digunakan multistage cluster sampling, propinsi sebagai cluster. Sedang pengujian perolehan suara antar kedua paslon digunakan uji proporsi pada level kepercayaan 95%.

Hasilnya, Paslon 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin) telah unggul di 6 propinsi terdiri Yogyakarta (59,48%), Jateng (64.13%), Bali(52.91%), Jatim (51.77%), Papua(55.45%) dan Sulbar (52.35%). 

"Jika diuji secara statistik dengan menggunakan uji proporsi pada tingkat kepercayaan 95% hanya Yogyakarta dan Jateng yang mempunyai peluang diunggulkan oleh Paslon 01 sedang propinsi Bali, Jatim, Papua dan Sulbar masih kondisi seimbang dengan Paslon 02 (Prabowo-Sandiaga)," analisa Pria yang menyelesaikan S2  di Santo Thomas University itu.

Diungkapkannya, tingkat keunggulan Paslon 02 telah unggul di 28 propinsi terdiri Aceh (88.95%), Banten (62.80%), Bengkulu (63.96%), DKI Jakarta (56.85%), Gorontalo (60.82%, Jambi (69.03), Jabar (65.77), Kalbar (69.54), Kalsel (70.61), Kalteng (61.39), Kaltim (55.85), Kep. Riau (59.23), Lampung (60.67), Maluku (78.77%), Maluku Utara (69.61), NTB (74.42), Riau (76.81), Sulsel (66.15%), Sulteng (62.67%), Sumbar (87.39), Sumsel (67.88), Sumut (70.23), Sultenggara (68.57), Kalutara (53.33), Babel (52.35%), NTT (60.97%), Papua Barat (58.62), Sulut (59.36%).

Jika diuji secara statistik dengan menggunakan uji proporsi pada tingkat kepercayaan 95% paslon 02 berada pada kondisi seimbang dengan pas01 di propinsi Kalutara, Babel, NTT, Papua Barat dan Sulutara.

Secara nasional Paslon 02 unggul dalam memperoleh suara sebesar 62.92% dengan Paslon 01 memperoleh 37.08%, sedangkan Uji statistik proporsi dengan kesimpulan Signifikan atau terdapat perbedaan peroleh prosentasi jumlah suara antara kedua Paslon.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari analisis di atas bahwa diperoleh estimasi, Paslon 01 lebih unggul di 2 propinsi dan kondisi seimbang di 4 propinsi. Berikutnya, Paslon 02 lebih unggul di 23 propinsi dan kondisi seimbang di 5 propinsi. "Secara nasional Paslon 02 lebih unggul dibandingkan paslon 01," tutupnya.

Nah, Anda percaya atau lebih memilih menunggu 22 Mei mendatang saat KPU mengumumkan pemenang Pilpres 2019-2024?(id)