Real Count mulai masuk 2%, Jokowi unggul dari Prabowo

JAKARTA (IndoTelko) - Situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) menampilkan hasil hitungan berbasis Formulir C1 per 19 April 2019 dengan status suara yang masuk 18.640 TPS dari 813.350 TPS pada jam  15:00:03 Wib. Angka ini adalah 2,29176% dari total TPS yang akan dihitung.

Mengutip data yang ditayangkan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) hasil scan C1 di website KPU, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-K.H Ma'ruf Amin masih memimpin perolehan suara (55,2%) dari lawannya Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno (44,8%) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019-2024.

Jokowi memperoleh sebanyak 1.956.617 suara, sedangkan Prabowo sebanyak 1.587.701 suara.

Jokowi terlihat memperoleh pasokan suara yang besar di daerah Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Sementara Prabowo unggul di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara dari platform KawalPemilu.org terlihat Per 19 April 2019, jam 13:42 WIB ada sekitar 6,498,307 suara yang masuk. Sebanyak 50,78% suara untuk Jokowi, sedangan 49,22% untuk Prabowo.

Aplikasi Ayo Jaga TPS hingga Kamis (18/4) malam pukul 23.00, data yang berhasil direkap berjumlah 5.261.931 dari 25.689 TPS. Data aplikasi ini memberikan kemenangan bagi pasangan Prabowo-Sandi (62,75%) sementara pasangan Jokowi-Ma'ruf (37,25%).

Aplikasi Jurdil2019  per 19 April 2019 jam 15:33:38 WIB menyatakan dari 3607 TPS di 34 Provinsi  memenangkan pasangan Prabowo-Sandi (60,3%), sementara Jokowi-Ma'ruf (37,7%).

Ketua Indonesian Digital Empowerment Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura melihat warganet kian kritis dalam memantau pergerakan real count sehingga meminta KPU untuk berhati-hati menginput data.

"Secara statistik proses input data ini bisa membangun opini. Apalagi sampai ditemukan salah input seperti banyak beredar di media sosial sejak tadi malam," ungkapnya.

Menurutnya, jika mismatch antara hasil C1 Plano dengan tayangan di situs KPU kian massif, sebaiknya disetop dulu input data agar tak menjadi keriuhan di media sosial. "KPU harus fair, ini integritas mereka dipertaruhkan. Ini bukan tahun 2014, ini tahunnya warganet yang berdaulat, salah sedikit langsung ramai di dunia maya," sarannya.

Asal tahu saja, perolehan yang ada di Situng merupakan hasil salinan C1 dari setiap TPS yang ada di seluruh Indonesia. Hasil perhitungan sementara itu bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut membantu pemantauan proses rekapitulasi suara.

Scan C1 tidak akan jadi rujukan menentukan hasil pemilu, karena itu dibuat agar masyarakat lebih cepat mengetahui gambaran hasilnya. Hasil resmi diperoleh dari penghitungan manual dan berjenjang. Perhitungan resmi  tetap harus menunggu tanggal 22 Mei 2019.

Sebelumnya, sejak Kamis (18/4) malam, dunia maya dihebohkan dengan temuan informasi soal kesalahan entri data C1 di Situng milik KPU di 5 daerah di Indonesia yaitu Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur. Kesalahan ini dari 1 TPS dari masing-masing daerah tersebut.(dn)