Jokowi Vs Prabowo, dan Indonesia memilih ...

JAKARTA (IndoTelko) - Tak terasa Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 sudah mendekati titik klimaks pada 17 April 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pada Rabu (17/4) sebagai hari pencoblosan untuk menentukan pemimpin Indonesia selama lima tahun mendatang.

Masyarakat disajikan menu Nomor 01 yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno di bilik suara.

Sejumlah lembaga survei telah mengumumkan hasil temuannya dengan menarik data masa kampanye sebelum memasuki hari tenang mulai Minggu (14/4).  Lembaga yang mengumumkan temuannya adalah Indo Barometer, Indopol, Charta Politika, dan Median.

Median menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul 47,2%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 39,5%.

Survei Indo Barometer memberikan keunggulan bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 59,9%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 40,1%.

Dari survei Charta Politika, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan angka 55,7%. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat 38,8%.

Berbeda dengan survei lainnya, dari Survei Indopol, pasangan Prabowo-Sandiaga hanya mendapat angka 24%. Sementara pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul di angka 49%.

BIG DATA
Lantas bagaimana dengan prediksi menggunakan BIG Data berbasis percakapan di media sosial (Medsos)? Siapakah yang unggul?

Mesin Curiosity Every Particular Object and Data (CEPOD) yang menganalisa percakapan media sosial berbasis kecerdasan buatan memprediksi Prabowo-Sandi akan menang di laga bertajuk "El Classico" itu.

Hasil analitik prediksi CEPOD sejak masa kampanye (24 Maret hingga 13 April) menunjukkan bahwa Prabowo-Sandi akan menang di hari Pemilu nanti dengan total perolehan suara nasional sebesar 56,35%, sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh suara sebesar 43,65%.

"Pernyataan kami ini didasarkan dari interaksi netizen terkait kedua kandidat di medsos yang terdistribusi di setiap provinsi. Para individu yang melakukan pembicaraan dengan kata kunci nama kandidat adalah mereka yang melakukan aktivitas berinternet dan mengaktifkan lokasi di perangkat/gawai masing-masing," ungkap CEO CEPOD Achmad SW dalam keterangan Selasa (16/4).

Dijelaskannya, prediksi ini dihasilkan dari formula perhitungan antara aktivitas akun terkait masing-masing Pasangan Calon (Paslon) dengan total jumlah pemilih sah yang terdaftar di KPU.

"Kami memantau aktiftas akun yang terdeteksi IP-nya di setiap provinsi selama kampanye. Kalau lihat share of voice dengan memasukkan liputan media online, pasangan Jokowi-Ma'ruf menang," katanya.

Dijelaskannya, data share index yang selama ini dipakai sebagai acuan popularitas. "Biasanya data ini yang disajikan oleh mesin analisis percakapan media sosial. kami cross check dengan data akun aktif di tiap provinsi. Kalau dalam survei dapat juga dikatakan sample, ini metode yang CEPOD gunakan," jelasnya. 

Menurutnya, penggunaan akun-akun di tiap provinsi sebagai sample karena bisa dibaca dukungannya. "Dari data, di akhir-akhir kampanye, memang ada sedikit pergeseran dukungan dari 01 ke 02," tukasnya.

Daerah
Berdasarkan olahan data akun yang aktif, mesin CEPOD menunjukkan pasangan Prabowo-Sandi unggul di banyak provinsi dengan angka pemilih sah yang tinggi seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten dan Sumatera Utara.

Di Jawa Barat Prabowo-Sandi diperkirakan akan mendapat suara sebesar 20.344.824, sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh suara 12.926.020.

Di Jawa Tengah Prabowo-Sandi unggul dengan perolehan suara sebanyak 14.918.699, dan Jokowi-Ma'ruf mendapat 12.978.202 suara. Lain lagi di DKI Jakarta Prabowo-Sandi diprediksi memperoleh suara 4.763.048, dan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 2.998.550 suara.

"Hasil perhitungan kami bersifat prediktif namun pengalaman sebelumnya menyatakan bahwa hasil analisa CEPOD cukup akurat dalam memprediksi kemenangan Ridwan Kamil di Jawa Barat," pungkasnya.

Sebelumnya, kajian bigdata analitik Evello memprediksi kemenangan pada 17 April 2019 ada di Prabowo-Sandi (55,872%) sedangkan Jokowi-Ma'ruf (44,128%).

Evello merangkum data percakapan dari Facebook, Twitter, Youtube, dan media online. Data sajian Evello selama ini adalah cermin dukungan, seiring dengan tingkat kepentingan serta kuantitas dan kualitas orang menggunakan media sosial.

Jadi, Anda percaya hasil survei atau Big Data? (dn)