GrabExpress tingkatkan pendapatan pengusaha kuliner

JAKARTA (IndoTelko) - Layanan GrabExpress telah berhasil meningkatkan pendapatan dari pengusaha kuliner di sejumlah daerah.

Setidaknya itu dibuktikan olhe Julia Lim, pendiri EatGood, salah satu wirausahawan mikro asal Pontianak, Kalimantan Barat yang merasa terbantu dengan kehadiran layanan kurir instan milik Grab yaitu GrabExpress.

Bermula dari kesadaran diri sendiri untuk memulai pola hidup yang lebih sehat, Julia mendirikan bisnis katering sehat bernama EatGood pada bulan Agustus 2018.

Saat itu, Julia melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan karena masyarakat lokal di daerahnya memiliki kesulitan dalam menemukan pemasok katering sehat, padahal kebutuhan akan adanya katering sehat di kota Pontianak mulai meningkat.

Julia mulai merintis bisnis EatGood bersama dengan seorang temannya, WieWie yang kemudian berperan sebagai juru masak. Namun layaknya para pengusaha yang baru memulai bisnis, Julia juga menghadapi berbagai rintangan dalam proses pengembangan bisnis kateringnya, termasuk logistik.

Logistik menjadi permasalahan utama dalam bisnis EatGood. Di minggu pertama operasional EatGood, Julia dan temannya mengalami kesulitan yang luar biasa dalam proses pengantaran makanan kepada setiap pelanggannya.

“Kami percaya bahwa logistik pengantaran katering merupakan hal yang sangat krusial karena dapat mempengaruhi kualitas makanan kami, sebelum sampai ke tangan para pelanggan. Minggu pertama operasional EatGood, saya menggunakan kurir lokal untuk jasa pengantaran. Masa-masa itu merupakan masa yang paling berat bagi bisnis EatGood karena banyak pelanggan yang komplain terkait proses pengantaran makanan yang tidak tepat waktu, serta makanan yang sudah agak dingin,” katanya.

Menyadari adanya masalah yang besar dalam proses pengantaran makanan, Julia berusaha memperbaiki layanan bisnisnya. GrabExpress menjadi jawaban atas permasalahan utama bisnis EatGood. Memasuki minggu kedua awal operasional EatGood, Julia mulai menggunakan GrabExpress sebagai pilihan utama untuk layanan pengantaran katering sehatnya.

“GrabExpress memiliki andil besar dalam perkembangan bisnis EatGood yang memungkinkan kami dapat mengantar katering secara tepat waktu. Selain mempermudah dan mempercepat proses pengiriman, para pelanggan kami juga merasa sangat terbantu dengan kode promo yang disediakan oleh GrabExpress khusus bagi pelanggan kami. Para karyawan kami maupun mitra pengemudi Grab telah memberikan kontribusi besar bagi bisnis EatGood dalam menjaga kualitas makanan yang kami produksi agar kepuasan para pelanggan juga meningkat. Seiring berjalannya waktu, saat ini kami memiliki dua orang karyawan yang setiap harinya menyiapkan sekitar 70-80 pesanan dengan total omset sebesar Rp50juta setiap bulan,” tambah Julia.

Asal tahu saja, dari Maret 2018 hingga Desember 2018, volume instant delivery dan same-day delivery dari GrabExpress telah meningkat lebih dari 3 kali lipat di tingkat regional.

Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara yang tersebar di 336 kota di Asia Tenggara.

Saat ini Grab telah beroperasi di 222 kota dari Sabang hingga Merauke dengan menguasai 60% pangsa pasar roda dua dan 70% pangsa roda empat.

Pada bulan Maret 2019, Grab telah berhasil menjadi Decacorn pertama di Asia Tenggara dan mendapatkan investasi senilai US$ 1,46 miliar dari SoftBank Vision Fund. Dengan putaran pendanaan Series H kali ini, Grab telah menerima total pendanaan senilai lebih dari US$4,5 miliar bersama dengan investor lainnya seperti Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.(wn)