Cloudflare bangun 10 data center baru, Indonesia tak ada dalam daftar

ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) - Cloudflare mengumumkan penambahan sepuluh pusat data (data center) baru dalam menunjang bisnisnya.

Dikutip dari situs resminya, 10 data center baru berlokasi Amerika Serikat, Bahrain, Rusia, Vietnam, Pakistan, dan Prancis.

"Kami senang membantu meningkatkan kinerja dan keamanan lebih dari 12 juta domain di berbagai negara yang secara kolektif mewakili sekitar setengah miliar pengguna Internet," tulis pemain Content Delivery Network itu dalam blognya (20/12).

Saat ini jaringan global dari Cloudflare telah menjangkau 165 kota, dengan 46 kota baru ditambahkan tahun ini.

Hal yang menarik tentunya pembangunan data center di Hanoi dan Ho Chi Minh City, dua kota terpadat di Vietnam dengan perkiraan populasi masing-masing 8 juta dan 9 juta, yang  menjadi pusat data 160 dan 161 bagi Cloudflare.

Dalam data yang ada, data center Cloudflare untuk kawasan Asia malah tak ada di Indonesia. Cloudflare membangun data center untuk kawasan Asia di Bangkok, Cebu City, Chennai, Colombo,      Hanoi, Hong Kong, Islamabad, Karachi, Kathmandu, Kuala Lumpur, dan lainnya.

Cloudflare sebagai Content Delivery Network banyak disukai pemilik situs karena memiliki fitur lebih baik dari standar CDN yang ditawarkan. Cloudflare berada di antara nama domain dan web hosting yang memiliki kemampuan untuk mem-filter trafik dan mempercapat akses website.

Cloudflare menyediakan keamanan tambahan dari serangan DDoS. Cloudflare bekerja layaknya CDN lain dengan cara menyebarkan konten web ke berbagai data center, ketika pengguna meloading konten statis dari web, user akan menerima konten dari lokasi terdekat dari CDN, bukan dari server web yang membuat akses web lebih cepat di bandingkan dengan web yang tidak menggunakan CDN.

Salah satu fitur yang disukai dari Cloudflare adalah bisa menyembunyikan IP address asli dari web hosting sehingga hacker tidak dapat menyerang server.(wn)