Vivo kembangkan "Inteligent Phone" berbasis AI

JAKARTA (IndoTelko) – Vivo Smartphone sebagai mitra Qualcomm akan mengembangkan Intelligent Phone sebagai kunci sukses pengembangan 5G. 

Vice President of Vivo & Head of Vivo Artificial Intelligence Global Research Institute Zhou Wei menyoroti integrasi yang kuat antara 5G dan AI yang akan menjadi kunci pertumbuhan smartphone dengan teknologi 5G di masa depan. 

“Teknologi Artificial Intelligence (AI) memungkinkan smartphone untuk benar-benar belajar dan memproses informasi, sementara 5G akan menyediakan smartphone dengan kemampuan koneksi yang ditingkatkan dan lebih cepat. Kombinasi keduanya akan mengubah smartphone dari ‘smart’ menjadi ‘intelligent’ sambil menyediakan pengguna dengan fitur-fitur baru dan pengalaman seluler yang luar biasa,” papar Zhou Wei dalam keterangan, kemarin.

Vivo telah banyak berinvestasi dalam pengembangan dan penelitian smartphone 5G, dan berusaha menghadirkan pengalaman seluler terbaik kepada pengguna dalam waktu sesingkat mungkin. 

Menurut Zhou, vivo berencana untuk menyelesaikan pengembangan dan produksi massal dari smartphone NSA (Non-Standalone) dan SA (Standalone) 5G pertama pada tahun 2019 sebagai batch atau tahap pertama dari smartphone 5G pra-komersial. Vivo berusaha untuk mencapai komersialisasi penuh smartphone 5G pada tahun 2020.

Pengembangan 5G
Sebagai pemain penting dalam industri komunikasi, vivo telah memelopori riset & pengembangan standardisasi teknologi 5G. Pada tahun 2016, vivo mendirikan pusat institut penelitian 5G di Beijing, sebagai fondasi untuk pengembangan dan standardisasi teknologi 5G. 

Pada tahun yang sama, vivo juga bergabung dengan 3GPP (3rd Generation Partnership Project) yang merupakan proyek kolaborasi kelompok-kelompok asosiasi telekomunikasi generasi ketiga. Kolaborasi ini menyatukan tujuh organisasi pengembang standar telekomuniksi seperti ARIB, ATIS, CCSA, ETSI, TSDSI, TTA, dan TTC ke dalam sebuah mitra kerja.

Vivo mulai berpartisipasi dalam pekerjaan standardisasi 5G dan saat ini sangat aktif di RAN1, RAN2, RAN4, SA2, CT1 dan kelompok teknologi inti lainnya di 3GPP. Hingga kini, vivo telah mengajukan lebih dari 1.500 proposal teknis ke 3GPP, dan merupakan salah satu kontributor utama sebagai perusahaan terminal bergerak dalam 3GPP. Setelah butuh waktu tiga tahun, 3GPP telah mendantangani spesifikasi mandiri 5G New Radio (NR) pada Juni 2018 silam yang menjadi langkah besar menuju jaringan seluler generasi selanjutnya. 

Pada 2018, vivo secara resmi meluncurkan penelitian dan pengembangan purwarupa atau prototype pengujian sinyal 5G, dan berhasil menyelesaikan 5G First Call pada Agustus tahun ini. Keberhasilan ini menjadi tonggak awal vivo dalam menyelesaikan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak smartphone 5G untuk keperluan komersial. Berdasarkan hasil positif ini, vivo berencana untuk menampilkan aplikasi berkemampuan 5G di terminal seluler pada bulan Desember 2018.

Vivo telah membuat beberapa kontribusi penting sehubungan dengan standardisasi karakteristik terminal 5G, seperti halnya yang berkaitan dengan interferensi, penghematan konsumsi daya, multi-antena 5G, latensi rendah dan keandalan, desain protokol tingkat tinggi, desain protokol lapisan fisik, dan karakteristik terminal lainnya. Selain itu, vivo juga menjalin kerja sama erat dengan para mitra utama untuk mendorong pengembangan teknologi 5G lebih lanjut untuk menyongsong era telekomunikasi Generasi Kelima (5G).

Vivo selalu menganut pendekatan yang berorientasi pada konsumen ketika melakukan inovasi pada produk barunya. Hal ini semata untuk memastikan konsumen agar dapat menikmati pengalaman dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk era 5G mendatang, vivo melihat konsumen sebagai inti dari ekosistem industri ponsel cerdas dan terus sebagai elemen kunci dalam menentukan pertumbuhan smartphone 5G.

Perkembangan ponsel cerdas dan jaringan seluler saat ini berjalan begitu pesat, bahkan mampu memberikan dampak positif dalam membantu aktivitas sehari-hari. Namun demikian, harapan konsumen terhadap ponsel cerdas pun terus meningkat. Smartphone saat ini “harus” dilengkapi dengan fleksibilitas untuk berpikir dan menyediakan layanan yang bisa dipersonalisasi. 

Bagi vivo, perubahan ini telah memotivasi diri tidak hanya membuat terobosan besar dalam pengembangan teknologi 5G, namun juga menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang "kehidupan yang lebih pintar" dan ekosistem smartphone. Tujuannya adalah untuk melengkapi smartphone dengan kecerdasan buatan yang lebih baik, guna memenuhi permintaan konsumen yang semakin cerdas.

“Kami percaya pembuatan ponsel pintar juga akan mengalami evolusi, yang awalnya hanya menyediakan fungsi dasar, kini disokong dengan berbagai fitur-fitur cerdas. Kehadiran teknologi ini akan memastikan permintaan konsumen terhadap intelligent phones di masa depan akan terpenuhi. Pengembangan 5G dan AI akan menjadi pendorong utama untuk banyak skenario dan aplikasi baru,” tambah Zhou Wei.

Di Indonesia, salah satu operator seluler telah menguji coba jaringan internet 5G untuk umum, untuk mendukung program Making Indonesia 4.0 yang merupakan roadmap berbagai pemangku kepentingan yang terintegrasi dalam memasuki era Industry 4.0. 

Industri ini membutuhkan teknologi koneksi nirkabel dengan latensi yang kecil, sesuai dengan koneksi nirkabel 5G yang memiliki latensi di bawah 1 ms. Di sisi lain, sejumlah produsen smartphone global termasuk vivo juga telah siap untuk mendukung konektivitas 5G secepatnya. Apalagi pabrikan prosesor Qualcomm pun telah siap dalam pembuatan teknologi jaringan 5G melalui chipsetnya yang bernama Snapdragon X50.

“Vivo Indonesia sangat antusias menyambut pengembangan Intelligent Phones sebagai bagian dari implementasi teknologi 5G. Kolaborasi 5G dengan kecerdasan buatan atau AI membuka banyak kesempatan baru untuk mobile experience yang semakin maksimal bagi konsumen vivo. Dengan komitmen dalam pengembangan 5G sejak tahun 2016, kami tentu berharap vivo dapat menjadi salah satu pendukung utama kehadiran teknologi 5G di Indonesia dalam waktu dekat," kata General Manager for Brand and Activation Vivo Mobile Indonesia Edy Kusuma.

Menurut vivo, kombinasi 5G dan AI akan menjadi tren utama untuk era smartphone 5G masa depan. Selain aktif dalam meletakkan dasar teknologi 5G, vivo juga mempelopori pengembangan penelitian AI. Pada Juni 2017, vivo telah mendirikan AI Labs untuk memulai penelitian dan pengembangan AI lebih intensif. Selanjutnya di bulan Maret 2018, vivo merilis Jovi (Enjoy Vivo) sebagai brand AI baru. Setelah lebih dari setengah tahun kerja tim, vivo telah membuat kemajuan besar dalam teknologi AI.

Zhou menekankan bahwa AI bukan hanya sebatas tentang pengenalan suara, NLP atau pembelajaran mendalam, dan seterusnya. Teknologi AI dapat memberikan konsumen kerangka kerja untuk berbagai produk dan layanan baru. Dengan AI, vivo telah proaktif dalam membangun telepon seluler yang bertindak sebagai terminal cerdas dalam melayani berbagai konekstivitas, mempermudah mobilitas dan aktivitas pengguna serta memenuhi tuntutan kebutuhan konsumen. Menurut Zhou, masa depan smartphone pada dasarnya akan dapat belajar sendiri, menemukan diri dan merekomendasikan diri.

Pada tanggal 4 Juli 2018 lalu, vivo telah membentuk IoT Open Ecosystem Alliance bersama dengan sejumlah perusahaan di industri IoT. Melalui ekosistem ini, interaksi penuh antar-perangkat juga dapat diaktifkan bahkan memungkinkan untuk diadaptasi dengan peranti digital berbagai merek. Hal ini sekaligus memastikan bahwa ketika seorang pengembang merilis produk, maka akan memberikan pengalaman yang sempurna bagi pengguna. Selain itu yang terpenting adalah memberi kebebasan bagi konsumen untuk memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman mereka.

Berdasarkan platform ini, vivo juga berupaya membangun ekosistem "Intelligent Phones" sendiri. Keseriusan vivo terlihat dengan berani untuk berinvestasi secara besar-besaran dan memimpin industri guna mewujudkan pengembangan aplikasi teknologi 5G dan memberi konsumen pengalaman terbaik untuk mengakses 5G.(ak)