Indonesia bidik posisi anggota dewan ITU

Rudiantara.(dok)

JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah Republik Indonesia akan mengajukan menjadi anggota Dewan International Telecommuncation Union (ITU).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Indonesia bakal melakukan transformasi teknologi ke ITU, jika terpilih sebagai Dewan ITU dalam Plenipotentiary Conference, di Dubai, Uni Emirat Arab, 29 Oktober-16 November mendatang.

"Kami mengajukan proposal kepada ITU untuk melakukan transformasi pada ITU, dari gaya lama telekomunikasi menjadi ITU ICT aspek teknologi," kata Menteri Rudiantara pada acara gathering bersama ITU bertema Together for Global Connectivity, belum lama ini.

Dinyatakannya, Indonesia mampu mentranformasi ITU menjadi organisasi pendukung ekonomi digital global. Selain itu, ucap Menteri Rudiantara, Indonesia juga berkomitmen akan berperan aktif mendukung promosi transformasi ITU tersebut.

"Kami tak bisa melakukan ini dan tidak bisa untuk memperkenalkan affirmative policy untuk dunia, kecuali semua undangan di ruangan ini mendukung Indonesia dan vote Indonesia untuk menjadi council member ITU di Plenipotentiary Confrence in Dubai," ujarnya.

Diungkapkannya,  berbagai pengalaman dan upaya yang telah dilakukan Indonesia  guna mempercepat perkembangan teknologi digital ke ITU.  Ia mencontohkan, seperti afirmative policy di Indonesia yaitu Program Satelit Palapa Ring yang bertujuan memberikan akses jaringan internet kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"ITU juga harus punya kebijakan semacam ini untuk mencapai concern ITU selama ini. Mungkin hal ini tidak memberikan pengaruh yang besar kepada negara yang sudah maju seperti Amerika atau Singapura, namun sebagian negara di dunia ini membutuhkan kebijakan keberpihakan semacam ini," katanya.

Rudiantara menilai, sebenarnya ITU dan World Bank Group mempunyai level yang sama. Hanya berbeda soal aspek pengawasan pengembangan tiap negara di dunia dan mengalokasikan dana sebagai salah satu affirmative policy.

ITU merupakan lembaga PBB untuk mendorong inovasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini ITU didukung oleh 193 negara dengan keanggotaan hampir 800 entitas sektor swasta dan lembaga akademis.

ITU Plenipotentiary Conference akan mendatangkan perwakilan dari 193 negara anggota organisasi untuk menetapkan Peta Jalan Tahun 2020-2023 teknologi informasi dan komunikasi untuk mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia.  

Konferensi mencakup pengaturan kebijakan umum ITU, mengadopsi rencana strategis dan keuangan empat tahun mendatang, memilih kepemimpinan dan menangani isu-isu kunci terkait dengan TIK seperti diminta oleh Anggota ITU.(wn)