Pasar Rakyat Nusantara dongkrak transaksi BLANJA.com

CEO BLANJA.com Jemmy V Confido menyerahkan produk UKM yang dijual di Pasar Rakyat Nusantara ke Menteri BUMN Rini Soemarno.(ist)

YOGYAKARTA (IndoTelko)- BLANJA.com mengaku terdongkrak transaksinya selama ajang Pasar Rakyat Nusantara yang digelar 12- 19 September lalu di Yogyakarta untuk memeriahkan Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia.

“Dalam seminggu omzet penjualan dari 61 UKM Asli Indonesia di sini cukup fantastis. Kami berhasil memperoleh Gross Merchandise Volume (GMV) hampir Rp300 juta, melalui proses transaksi online to offline (O2O) di mana customer melakukan transaksi online pembelian produk melalui aplikasi BLANJA.com dan barangnya bisa didapatkan saat itu juga,” ungkap Vice President BLANJA.com Fikri dalam keterangan (24/9).

Di pasar rakyat nusantara ini, BLANJA.com juga memperkenalkan cara baru berbelanja dengan menggunakan QR Code yang sudah disediakan di setiap sisi masing-masing produk Asli Indonesia sehingga pembeli bisa berbelanja dengan mudah cukup dengan scan QR Code-nya.

Tidak hanya dari warga lokal saja, namun beberapa WNA juga merasakan langsung membeli produk lokal Asli Indonesia lewat aplikasi BLANJA.com. Beberapa diantaranya ada yang dari Korea, Central America (Guatemala), Bangladesh, dan juga Australia.

"Tentunya ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkenalkan produk UKM Asli Indonesia di kancah internasional,” tutup Fikri.

Dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat Nusantara, ada 16 BUMN yang terlibat melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang bertujuan membantu UKM Indonesia untuk berkompetisi dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Bidang Pameran, Venue, dan Akomodasi Panitia Sidang Umum ke-35 ICW Renny Soa Hani mengatakan pencapaian omzet penjualan penyelenggaraan Sidang Umum ICW telah melampaui target yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp200 juta.

"Sebelumnya bisa mencapai Rp200 juta saja sudah bagus. Tetapi ini melebihi perkiraan kami, " kata Renny.

Aneka produk yang dijual dalam Pasar Rakyat Nusantara untuk produk fesyen mulai dari batik, songket, hingga aneka aksesoris dengan desain khas dari 34 provinsi dan berkualitas ekspor. Sedangkan untuk kuliner sebagian besar adalah aneka makanan kering.

Menurut Renny, pada dasarnya Pasar Rakyat Nusantara hanya merupakan wahana untuk memperkenalkan produk UKM binaan BUMN. Dengan demikian, pembelian maupun penjualan produk diharapkan tidak hanya berhenti melalui pasar tersebut.(ad)