Passpod tawarkan akses internet bagi wisatawan

JAKARTA (IndoTelko) – PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod, Digital Tourist Pass) menawarkan akses internet tanpa batas bagi traveler yang tengah berpergian ke luar negeri.

Perusahaan ini menawarkan rental modem portable berteknologi 4G (travel mifi) berteknologi esim yang membantu navigasi wisatawan agar tetap terkoneksi selama berada di luar negeri tanpa harus repot mencari koneksi WI-FI atau data roaming yang mahal seperti di Singapura, Malaysia, Bangkok dan Hong Kong.

CEO Passpod Hiro Whardana menyatakan, traveler milenial kerap mengandalkan banyak sumber untuk menentukan layanan, jasa transportasi dan lokasi-lokasi yang ingin mereka kunjungi di suatu negara.

“Terlalu banyak informasi dampaknya justru akan membuat dan kehilangan waktu saat traveling,” tutur Hiro dalam keterangan, kemarin.

Menurutnya, maraknya bisnis traveling ke luar negeri diyakini Hiro juga berdampak positif bagi bisnis Passpod.

“Semakin tech savvy dan terkoneksi seseorang, maka kebutuhan untuk berkomunikasi secara real time lewat beragam media juga menjadi penting bagi mereka. Passpod menawarkan biaya internet yang sangat terjangkau dengan sistem rental yang juga mudah dengan tiga opsi pengambilan produk, kurir antar jemput gratis, dan pengambilan mandiri di store atau di bandara yang bermitra dengan Passpod,” tutup Hiro.

Berdiri sejak bulan Januari 2017, Passpod memberikan jaringan internet 4G yang mudah dan bisa diakses ke lebih dari 68 negara di dunia seperti AS, Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang, Korea dan negara-negara Eropa dan Timur Tengah.

Data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memprediksi tahun 2018 tren wisata ke luar negeri akan semakin naik. Selama tahun 2016 jumlah warga negara Indonesia yang ke luar negeri mencapai 8.4 juta orang dan melonjak di tahun 2017 mencapai 9.1 juta orang.

Kenaikan jumlah wisatawan asal Indonesia ini juga semakin dipermudah dengan maraknya eksibisi wisata yang digelar oleh beragam maskapai ataupun perusahaan travel di Indonesia.   

Menurut Managing Partner - Ideosource VC Edward Ismawan Chamdani, pertumbuhan bisnis traveling memberikan angin segar bagi pengusaha startup di Indonesia. “Dari perspektif investor, kondisi seperti ini berpeluang untuk menumbuhkan bisnis-bisnis pendukung trend traveling ke luar negeri.

Namun yang perlu diperhatikan bagi pelaku start-up adalah, mereka perlu kreatif dalam memilih segmen. Jangan sampai keliru dan justru malah berhadapan dengan pemain horizontal (consumer apps travel) yang sudah besar,” tutur Edward.

Edward menambahkan, tren bisnis startup yang fokus pada kebutuhan travel ini sangat menjanjikan.

Khususnya jika dilihat dari kalangan milenial yang menjadikan traveling sebagai lifestyle, tentunya akan membuat ceruk pasar travel makin besar. Secara kompetisi, kolaborasi juga bisa menjadi pilihan bagi pelaku start up. Pemain horizontal dengan layanan paling lengkap bisa berkolaborasi dengan pemain niche agar tercipta layanan one-stop transaction portal. Inisiatif yang kreatif semacam ini sangat menarik, terutama bagi para investor.

Studi dari World Economic Forum menunjukkan bahwa konektivitas merupakan salah satu kebutuhan primer generasi milenial dalam bepergian ke luar negeri. Selain untuk kebutuhan dasar komunikasi, kebutuhan untuk sharing informasi lokasi dan penggunaan social media menjadi alasan mengapa konektvitas berbasi internet menjadi penting.

Salah satu cara termudah untuk mengakses internet di luar negeri tentu adalah membeli kartu SIM di negara masing-masing atau membeli paket data roaming dari negara asal. Namun, tingginya biaya di kedua opsi ini kerap menjadi penghambat para traveler untuk tetap up-to-date dengan lingkungannya.(ak)