OutSystems ungkap tren utama dalam pengembangan aplikasi

ATLANTA (IndoTelko) - OutSystems mengeluarkan laporan tahunan kelimanya tentang keadaan development aplikasi dan tantangan yang dihadapi oleh tim development dan delivery aplikasi.

Laporan Keadaan Development Aplikasi, 2018 (Bagaimana IT Menanggapi Disrupsi dan Inovasi Digital) — The State of Application Development, 2018 (How IT Is Responding to Digital Disruption and Innovation) — ini menguraikan hasil survei terperinci dari lebih dari 3.500 profesional IT di semua industri di seluruh dunia.

"Studi tahun 2018 kami memperjelas - departemen IT berada pada titik krisis ketika berhadapan dengan transformasi digital dan development aplikasi. Tingkat kegagalan proyek transformasi digital yang tinggi, peningkatan backlog proyek, dan sedikitnya jumlah developer adalah masalah-masalah kritis,” kata CMO OutSystems Steve Rotter dalam keterangan, kemarin.

Laporan studi baru ini memberikan wawasan mendalam dari manajer IT, arsitek perusahaan, dan para developer yang menangani berbagai masalah. Transformasi digital mendominasi strategi bisnis saat ini, sehingga permintaan terhadap development web dan mobile semakin meningkat. Selain itu, kecepatan dan ketangkasan menjadi semakin lebih penting dibanding sebelumnya.

“Di dunia yang sedang berubah secara sangat cepat, sangat penting untuk mengidentifikasi dan menanggapi peluang inovasi digital lebih cepat daripada pesaing Anda. Untuk menjadi pemimpin pasar, Anda membutuhkan keberanian untuk melakukan eksperimen cepat. Dinamika inilah yang menempatkan platform low-code seperti OutSystems di bagian atas agenda CIO pada tahun 2018,” jelas Rotter.

Laporan OutSystems ini mengeksplorasi prioritas dan tantangan dalam development dan delivery aplikasi serta strategi yang digunakan tim IT untuk mencoba dan mempercepat delivery.

Enam temuan utama yang mempengaruhi setiap profesional IT:

● Permintaan untuk development aplikasi paling tinggi dibanding sebelumnya: Jumlah aplikasi yang dijadwalkan untuk delivery pada 2018 lebih tinggi dari sebelumnya, dengan 42 persen profesional IT mengatakan mereka merencanakan delivery 10 atau lebih aplikasi, dan 21 persen merencanakan delivery 25 atau lebih aplikasi di 2018.

● Waktu development yang berlebihan: 47% responden mengatakan waktu rata-rata delivery aplikasi web atau mobile adalah lima bulan atau lebih.

● Backlog tetap tinggi: 65% profesional IT mengatakan mereka memiliki backlog development aplikasi, dan hanya 32% yang mengatakan bahwa backlog development aplikasi mereka telah membaik dalam satu tahun terakhir.

● Developer yang terampil sulit dicari: 80% responden menggambarkan developer aplikasi sebagai langka, dengan proses perekrutan lebih lama dan lebih mahal.

● Praktik Agile dan DevOps lambat untuk matang: 60% organisasi telah berinvestasi dalam alat dan layanan agile dalam satu tahun terakhir. Namun, rata-rata skor kematangan agile adalah 2,6 dari lima. Dari 40% organisasi yang mengatakan telah berinvestasi dalam alat dan layanan DevOps selama tahun lalu, kematangan DevOps mereka digambarkan antara "baru mulai" dan "fundamental."

● Fokus pada pelanggan meningkat: 52% organisasi telah berinvestasi dalam praktik yang berpusat pada pelanggan dalam satu tahun terakhir, termasuk pemetaan perjalanan pelanggan, pemikiran desain, dan lean UX.

Di antara aplikasi-aplikasi baru yang dijadwalkan untuk development pada tahun 2018, aplikasi yang akan digunakan secara langsung oleh pelanggan atau mitra bisnis diidentifikasi sebagai yang paling penting, mengalahkan aplikasi bisnis internal sebesar 14%.

Low-code  
Temuan utama lain dalam studi ini adalah bahwa low-code tidak lagi hanya untuk inovator dan pengguna awal. Misalnya, 34% responden mengatakan organisasi mereka sudah menggunakan platform low-code. Dan, 9 persen lebih lanjut mengatakan akan mulai menggunakannya.

Analisis dalam laporan mengidentifikasi bahwa di antara organisasi-organisasi yang menggunakan low-code:

● 21% lebih mungkin untuk menggambarkan organisasi mereka sebagai senang atau cukup senang dengan kecepatan development aplikasi

● 15% lebih mungkin untuk delivery aplikasi dalam 4 bulan atau kurang

● 15 lebih mungkin menilai tingkat kematangan agile mereka di level 3, 4, atau 5

● 10 lebih mungkin menilai tingkat kematangan DevOps mereka di level 3, 4, atau 5

● Hampir tiga kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki backlog development aplikasi

● Tiga kali lebih mungkin mendeskripsikan citizen development di organisasinya diatur dengan ketat.(ak)