DPR dukung pemblokiran konten radikalisme

JAKARTA (IndoTelko) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah tidak ragu menutup situs maupun konten yang bermuatan radikalisme.

“Pemerintah jangan takut untuk meminta provider maupun penyedia layanan platform digital menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Jika provider maupun platform digital lambat menutup, kita bisa paksa. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo seperti dikutip dari laman DPR.go.id (16/5).   

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini juga mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Menjaga diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar dari ideologi radikal dan ekstrim yang sengaja dibawa dan disebarkan oleh orang-orang tak bermoral. Tidak hanya itu, ia juga berharap tokoh masyarakat dan pemuka agama ikut ambil peran dalam menjaga keteduhan di masyarakat.

"Masyarakat kita sangat heterogen dan kental dengan ketaatan terhadap tokoh maupun pemuka agama. Saya mengajak untuk menciptakan keteduhan dan keharmonisan. Para tokoh dan pemuka agama harus mencerahkan umatnya agar tak termakan isu yang dapat memecah bangsa maupun mengganggu kedamaian di Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah mengoptimalkan kerja mesin pengais (crawling) konten negatif untuk mengamankan dunia maya dari konten-konten radikalisme dan terorisme.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan kerja mesin crawling bernama Ais ditingkatkan menjadi dua jam sekali. Dengan begitu, hasil temuan situs dan URL yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme lebih cepat diatasi.

“Tiap dua jam sekali dilakukan pengaisan menggunakan mesin crawling. Tinggal masukkan keyword khusus, nantinya akan muncul situs-situs yang berkaitan dengan keyword tersebut. Kita sudah menemukan banyak sekali dan segera dilakukan take down," katanya.(wn)