Sabar, akan ada teknologi canggih tangkal hoaks

ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) - Beberapa tahun terakhir, hoaks menjadi salah satu isu besar di Indonesia yang sangat membutuhkan perhatian, baik dari pemerintahan maupun masyarakat.

Hoaks seakan menjadi musuh bagi bangsa Indonesia, karena dengan penyebaran hoaks yang begitu banyak, tidak sedikit elemen-elemen masyarakat yang terprovokasi.

Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kominfo, Niken Widiastuti, penyebaran hoaks di Indonesia sangatlah tinggi, angkanya dapat mencapai 800 ribu konten per tahun.  

“Saya belum meneliti secara jumlah berapa tapi dalam setahun, yang kemarin hitungan manual itu aja mencapai 800 ribu (konten) kalo dibagi perbulan udah berapa ratus juga kan itu gambarannya. Sekarang sudah pakai alat, tapi kita belum mengkaji detail,” ungkap Niken belum lama ini.  

Banyak pihak yang telah berusaha untuk dapat mencegah atau mengurangi penyebaran hoaks di Indonesia, namun karena terlalu banyaknya serangan hoaks yang datang, usaha tersebut membutuhkan usaha yang begitu keras.

Sayangnya, hingga kini belum ada teknologi mutakhir yang dapat mengatasi hoaks secara cepat.

“Kita belum sampai di sana. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan sekarang (untuk melawan hoaks) adalah umpan balik yang dibuat pengguna, dalam bentuk peringkat untuk memberi tahu kredibilitas informasi yang didapatkan,” papar Chief Information Security Officer Fortinet Phil Quade, belum lama ini.

Diyakininya, memiliki teknologi yang dapat mengatasi hoaks bukanlah sebuah mimpi yang tidak bisa diwujudkan. Faktanya, hoaks telah menjadi isu besar di berbagai negara.

“Kabar baiknya adalah, ini terjadi di mana-mana, termasuk AS, dan begitu banyak negara lain. Ini telah diakui sebagai masalah. Oleh karena itu, permintaan untuk mendapatkan solusi yang tepat sudah tersedia. Jadi mungkin, suatu hari kita akan melihat teknologi untuk ini,” tutup Phil.(pg)