Lowongan kerja Freelance banyak diminati milenial

ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) - Lowongan kerja freelance menjadi jalur karier yang kian sahih dan diminati oleh kaum pekerja saat ini, khususnya dari generasi milenial.

Tahun lalu saja, angka pekerja lepas di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Freelancers Union dan Upwork, sekitar 36% dari pekerja AS saat ini atau sekitar 57,3 juta orang bekerja sebagai pekerja lepas dan menyumbangkan US$1,4 triliun ke pertumbuhan ekonomi negaranya.  

Laporan yang sama menyebut jika 47% pekerja generasi milenial memilih pekerjaan freelance sebagai karier dan diprediksi di tahun 2027 nanti, freelancer akan menjadi profesi mayoritas di lapangan kerja AS.

Bukan hal yang rumit untuk meraba alasan banyak milenial memilih bekerja lepas. Bagaimanapun, generasi milenial juga disebut generasi langgas, alias generasi yang disinonimkan dengan kata “bebas”

.Fleksibilitas dan kebebasan freelancingyang lebih cair tentu mempunyai daya tarik sendiri dibanding terkungkung di lingkup kerja tradisional dengan jam kerja, struktur, dan kode busana yang kaku.

“Kata ‘freelance’ itu sendiri mengandung kata ‘bebas’ di dalamnya. Bagi generasi yang lebih muda, itu bisa diartikan sebagai kebebasan mengejar passiondan membangun karier sesuai bayangan di benak mereka, berdasarkan bagaimana mereka ingin menikmati hidup dibanding menurut pada pakem tradisional untuk meraih kesuksesan,”ungkap CEO dari Upwork Stephane Kasriel, kemarin.

Bagi generasi milenial, bekerja sebagai freelancer berarti mengerjakan hal yang mereka sukai, mendapat uang, sekaligus lebih fokus mempertajam talenta di bidang yang mereka kuasai.Namun, freelancing pun tidak menjadi monopoli milenial seutuhnya. Generasi-generasi di atasnya juga mulai banyak yang beralih ke pekerjaan lepas. Alasannya bukan hanya mencari uang tambahan, tapi juga sebagai rencana menjelang masa pensiun.

Hal tersebut senada dengan hasil analisis Jora Indonesia, sebuah situs info lowongan kerja (Loker) yang menampilkan lowongan dari halaman karier perusahaan dan situs loker seperti JobStreet dan JobsDB, yang melaporkan jika 80,87%  pekerja Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk mencari info lowongan kerja.

Informasi yang disusun berdasarkan data pencarian dari kata kunci yang dipakai pengguna di situs Jora Indonesia hingga akhir bulan Maret 2018 tersebut juga memaparkan jika mayoritas pencari kerja di Indonesia saat ini berasal dari kategori usia 18-24 tahun (58,02%) di mana pekerjaan freelance dan paruh waktu masuk ke dalam lima besar pekerjaan paling dicari.

Dari risetnya, Jora menemukan bahwa bidang kerja desain, guru bahasa Inggris, admin, dan web developer adalah jenis pekerjaan yang paling banyak menarik tenaga kerja freelancer, dengan Jakarta sebagai lokasi yang paling banyak menawarkan pekerjaan freelance.Tren pencarian lowongan kerja paruh waktu dan freelanceini pun diperkirakan semakin meningkat.

Sampai saat ini, Jora Indonesia telah menampilkan sekitar 85 ribu lowongan kerja dari lebih 500 situs loker dan halaman karir perusahaan.Lowongan kerja Jakarta menjadi yang paling banyak diminati para pencari kerja dengan proporsi 20%, disusul Medan (10%) dan lowongan kerja Surabaya (8%).

Memudahkan pekerja Indonesia mencari lowongan kerja, Jora yang telah hadir di 33 negara meluncurkan versi Bahasa Indonesia sejak 2016 sebagai situs agregator atau pengumpul info lowongan kerja dari situs-situs loker yang sudah ada, khususnya hak eksklusif untuk menampilkan lowongan kerja dari situs lowongan terbesar, JobStreet dan JobsDB Indonesia.

Selain versi desktop, Jora juga telah meluncurkan aplikasi Android Lowongan Kerja Jora dan Jora Job Search di iOS dalam Bahasa Indonesia yang bisa diunduh secara gratis dengan fitur pencarian kerja, menyimpan lowongan, dan berlangganan info lowongan yang dikirim melalui email (Job Alert).(pg)