Ini "Update" Proyek Palapa Ring

Rudiantara menjelaskan kemajuan Proyek Palapa Ring.(dok)

JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi Proyek Palapa Ring bisa dituntaskan pada akhir 2018.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, untuk Palapa Ring Barat pengerjaan telah diselesaikan. Palapa Ring Tengah baru selesai pembangunan 75%, sedangkan Palapa Ring Timur tahap pengerjaan baru 40%.

"Kalau Palapa Ring Barat sudah commercial operation data (COD) minggu lalu. Kita dorong operator mulai bangun akses di jalur Palapa Ring Barat itu. Kami kasih diskon gede bagi operator yang banyak bangun daerah Universal Service Obligation (USO) untuk sewa backbone Palapa Ring Barat," ungkapnya kala menjadi pembicara dalam diskusi yang dihelat Indonesia LTE Community dengan tema "Entering The Next Phase of Data Era", kemarin.

Dikatakannya, jika nantinya hanya ada satu operator saja berminat untuk sewa backbone Palapa Ring, maka akan menikmati diskon besar, tetapi kalau peminat banyak, diskon akan diturunkan. "Itu kalau semua berminat, selama ini kemana saja," sindirnya.

VP Next Generation Network Telkomsel Ivan Cahya Permana mengaku Telkomsel berminat untuk menyewa kapasitas backbone yang disediakan Palapa Ring Barat. "Tentu kami berminat," katanya.

Group Head Commercial LTE XL Axiata, Rahmadi Mulyohartono mengakui, akan memanfaatkan backbone yang disediakan Palapa Ring Barat jika dikomersialkan karena XL tengah agresif membangun jaringan di luar Jawa. "Kita akan ajukan penyewaan nantinya untuk semua proyek Palapa RIng," katanya.

Proyek Palapa Ring sendiri terbagi atas tiga paket yaitu Barat, Tengah dan Timur. Proyek Palapa Ring berbasis Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) merupakan pembangunan jaringan serat optik tulang punggung sistem telekomunikasi broadband nasional, yang berfungsi senagai tol informasi untuk menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berada di daerah-daerah yang tidak menguntungkan secara komersial.

PT Palapa Ring Barat merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) bentukan Konsorsium Mora Telematika Indonesia – Ketrosden Triasmitra selaku pemenang lelang Proyek Palapa Ring Paket Barat. Kabel optik yang digelar sekitar 2.000 km.

Paket tengah yang dimenangkan konsorsium Pandawa Lima mengerjakan infrasatruktur di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Ditaksir nilai proyek ini US$ 47,08 juta.

Pandawa Lima terdiri atas LEN sebagai Ketua Konsorsium dengan porsi kepemilikan 51%, PT Teknologi Riset Global Investama (TRG) dengan  porsi kepemilikan 34%, sisanya  PT Sufia Technologies, PT Bina Nusantara Perkasa (BNP), dan PT Multi Kontrol Nusantara  dengan porsi kepemilikan di konsorsium masing-masing 5%.

PT Palapa Timur Telematika (PTT) mengerjakan proyek Palapa Ring Timur. Proyek Palapa Ring Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 kilometer.(dn)