IndiHome cetak "Hattrick" di TOP Brand Award

AVP Marketing Communication Telkom Mustakim Wahyudi bersama Managing Director Marketing Group Adyo Bawono saat menerima penghargaan TOP Brand Award untuk kategori Internet Service Provider Fixed Terbaik di Jakarta (20/2).(ist)

JAKARTA (IndoTelko) - Layanan triple play milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), IndiHome, kembali berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award untuk kategori Internet Service Provider Fixed Terbaik secara tiga kali berturut-turut.

“Penghargaan yang kami peroleh tiga tahun berturut-turut ini menunjukkan bahwa produk IndiHome menjadi top of mind dan dipercaya sebagai yang terbaik. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan dan masyarakat terhadap produk IndiHome,” ungkap Direktur Consumer Service Telkom Mas’ud Khamid dalam keterangan, (22/2).

Dikatakannya, IndiHome Triple Play merupakan salah satu inovasi produk yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi digital, khususnya koneksi internet kecepatan tinggi dan layanan televisi interaktif dengan beragam konten hiburan keluarga yang edukatif.  

IndiHome merupakan produk Telkom yang menyediakan akses internet kecepatan tinggi hingga 100 Mbps menggunakan teknologi fiber optic. Selain internet, IndiHome juga menyediakan layanan televisi interaktif (UseeTV) dan telepon rumah. Hingga awal tahun 2018, IndiHome tercatat memiliki lebih dari 3 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi acuan bagi kami untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Prestasi ini juga menjadikan kami optimis untuk senantiasa menciptakan digital experienceterbaik yang mendukung digital lifestyle keluarga dan masyarakat Indonesia,” tutup Mas’ud.

TOP Brand merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Majalah Marketing dan Frontier Consultant bagi merek-merek yang berhasil memantapkan ekuitas mereknya. Riset dilakukan oleh Frontier Consulting Group melibatkan 14.000 responden yang tersebar di 15 wilayah, diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Palembang, Samarinda, Denpasar, Yogyakarta, Malang, Manado, dan Banjarmasin. Selain melalui wawancara langsung (face to face interview), data riset juga dikumpulkan melalui kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.(wn)