Cara J&T Express dorong eCommerce

JAKARTA (IndoTelko) - J&T Express menggelar seminar roadshow bertema “Dropship Mastery – Belajar Dropship Rasa Lokal” yang diselenggarakan bersama dengan Komunitas Bisnis Anak Muda dibawah naungan PT. Alona Indonesia Raya.

Rangkaian roadshow ini diadakan di 24 kota di Indonesia dimana pada setiap bulannya diadakan di 2 kota berbeda sepanjang 2018.

Dimulai sejak Desember 2017 di Jakarta, roadshow ini merupakan program untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada pebisnis online untuk mengembangkan bisnis mereka. Sejumlah topik dibawakan guna memaksimalkan bisnis online di era digital seperti sistem SEO dan facebook ads, cara berbisnis tanpa modal melalui sistem dropship, cara mengemas paket yang aman, serta pengaruh jasa pengiriman terhadap kemajuan bisnis online.

“Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan J&T Express untuk mendukung pebisnis online yang bukan hanya dari segi layanan jasa pengiriman kami saja yang efisien, tetapi juga dari segi edukasi. Kami melihat untuk memulai dan memajukan bisnis online memerlukan beberapa aspek seperti dari aspek promosi, pengembangan bisnis, hingga jasa pengiriman yang dipakai. Harapan kami edukasi ini dapat menjadi bekal yang dapat diaplikasikan pada bisnis online para peserta," kata CEO J&T Express, Robin Lo dalam keterangan, kemarin.

Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik, daya beli masyarakat Indonesia masih menguat hanya saja ada peralihan dari pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini yang menyebabkan banyaknya pebisnis yang mulai beralih membuka toko online namun tidak cukup mengerti bagaimana mengembangkan bisnis di era digital.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membantu para pebisnis ataupun calon pebisnis agar bisa melebarkan sayap secara digital. Oleh sebab itu bersama dengan J&T Express, kami mengedukasi pebisnis online supaya dapat lebih mengenali ranah online dan penjualan mereka bisa naik secara signifikan. Target kami tahun ini sebanyak 8.000 peserta yang hadir mulai dari yang belum memulai bisnis ataupun yang sudah berbisnis”, ujar CEO Alona Indonesia Raya Rico Huang.

Hingga saat ini roadshow telah diadakan di kota Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Depok. Kegiatan ini akan terus dijalankan pararel di kota Jogjakarta, Tangerang, Palembang, Bogor, Medan, Sidoarjo, Semarang, Malang, Samarinda, Jember, Batam, Karawang, Surabaya, Surakarta, Pontianak, Denpasar, Gresik, Kediri, Purwokerto, Riau dan Makassar yang akan berakhir pada Desember 2018.

Asal tahu saja, sumbangan transaksi eCommerce terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini masih sangat kecil. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan berdasarkan data terakhir Bank Indonesia (BI) pada tahun 2016, transaksi eCommerce mencapai Rp 75 triliun per tahun. Nilai itu termasuk transaksi eCommerce non market place.

Dengan asumsi selama 10 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan nilai transaksi e-commerce mencapai 17%, maka tahun 2018 nilai transaksi eCommerce diperkirakan sampai Rp 102 triliun. Jumlah itu sangat kecil terhadap PDB Indonesia yang asumsinya mencapai Rp 13.588 triliun. Artinya sumbangan eCommerce ke DPB hanya 0,75% atau sekitar 1,34% dari total konsumsi rumah tangga.(ak)