Indra Utoyo: Technology is mindset

Indra Utoyo (dok)

JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan inovasi teknologi, terutama yang terkait dengan perubahan kegiatan ekonomi (disruptive innovation) tengah melanda Indonesia.

Berbagai sektor ekonomi mulai dilanda disrupsi karena peran teknologi. Salah satu contoh paling shahih tentunya di sektor transportasi dengan adanya on demand service yang ditawarkan GO-JEK, UBER, dan kawan-kawan.

Di pariwisata, disruspi teknologi malah mulai dominan dimana reservarsi hotel atau tiket pesawat dan kereta api sekarang didominasi melalui media digital.

Di perbankan, disrupsi mulai terjadi dengan produk digital banking. Digital Banking adalah layanan yang di dalamnya memungkinkan seorang nasabah dapat melakukan registrasi, pembukaan rekening, memperoleh informasi, melakukan komunikasi, transaksi perbankan sampai penutupan rekening dengan menggunakan  media digital milik bank.

Melalui platform ini, nasabah juga bisa memperoleh informasi di luar perbankan seperti transaksi eCommerce, Investasi, Financial Advisory dan informasi lainnya.

Digital banking ini dianggap "The Next Big Thing" bagi dunia perbankan. Banyak bank di Indonesia mulai menawarkan produk Digital Banking, sebut saja Jenius dari BTPN, Tyme dari Bank Commonwealth, Woke dari Bank Bukopin, dan DigiBank dari DBS.

Bank BRI pun kabarnya tengah bersiap menggelar Digital Banking. IndoTelko mendapat kesempatan berdiskusi dengan Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo, belum lama ini.


 
Pria yang akrab disapa IU ini mengaku tengah menyiapkan sejumlah hal sebelum produk Digital Banking dari Bank pelat merah itu meluncur tahun depan. Berikut kutipan wawancara dengan penulis buku Silicon Valley Mindset ini:

Bagaimana BRI memandang digitalisasi di perbankan?
Transformasi digital itu sebuah keniscayaan dan tak bisa ditolak. Kami melihat digitalisasi itu ada empat tujuan bagi sebuah bank. Pertama, untuk lebih terikat (engaged) dengan nasabah. Kedua, memberdayakan (empowering), Ketiga, mengoptimalkan operasional. Terakhir, mengubah cara kita membuat produk menjadi lebih customer oriented.

Saat ini tranformasi digital yang dilakukan BRI?
Kami tengah melakukan digitalisasi di core banking. Saat ini kita fase digitalizing internal. Jadi kita digitalizing ourself dulu.

Bagaimana tahap masuk ke era digital bagi BRI?
Seperti tadi saya bilang, kita mulai dari internal. Salah satu contoh, kita buat ujung tombak yang biasa melayani nasabah itu akrab dulu dengan produk digital. Sekarang kita tengah berdayakan para Mantri BRI untuk bisa mobile first. Harapannya nanti setelah para Mantri berdaya secara digital, dia akan tularkan ke nasabahnya. Nah, kalau itu sudah terjadi kan menawarkan produk digital lainnya lebih mudah.

Bagaimana dengan ke konsumen?
Ya, kalau bicara ke konsumen itu kan ujungnya Digital Banking. Saat ini tahapnya kita mau semua produk itu ada di satu aplikasi. Kalau sekarang yang masih tradisional ingin kita kumpulkan semua di satu aplikasi MyBRI. Pokoknya kita maunya mobile first. Nah, nanti kalau produk Digital Banking beda lagi, bisa saja tampil dengan semua baru. Kapan, nanti dong rahasia dapur.

Persiapan untuk keluarnya produk digital banking?
Selain persiapan internal, kita sedang membangun fondasi Big Data bagi Digital Banking. Big Data ini penting karena roh dari digital banking. Kalau gak ada Big Data, itu hanya sekadar teknologi. Big Data membuat kita bisa mengelola resiko, efisien, menekan fraud, dan cepat dalam mengambil keputusan.
Berikutnya, membuka digital partnership dengan pemain financial technology (Fintech) untuk mengembangkan produk. Terakhir adalah menyiapkan sumber daya manusia di internal terutama menghadapi konflik budaya di era digital. Kita harus miliki sumber daya manusia yang agile, open learning, dan customer centric.

Fintech yang ideal bekerjasama dengan BRI?
Saya rasa semua model bisnis Fintech cocok dengan BRI, terutama dari payment, P2P, credit scoring, wealth management, dan lainnya. Kami nanti tawarkan API dibuka, mereka bisa manfaatkan backend, di frontend mereka yang tampil. Technology is mindset, hal yang penting itu adalah memberikan pengalaman lebih nyaman bagi nasabah, membuat desain produk lebih ringkas dan agile.(dn)