AmCham anggap kabel laut SEA-US tanda mata fisik Indonesia-AS

JAKARTA (IndoTelko) - The U.S. Chamber of Commerce dan the American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) menilai selesainya pembangunan kabel laut SEA-US sebagai “tanda mata fisik” hubungan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang terus tumbuh dan perkembangan kemitraan dalam bidang teknologi di masa depan.

Kabel laut SEA-US selesai dibangun pada Agustus lalu. Sebuah konsorsium tujuh perusahaan, termasuk beberapa perusahaan AS dan Indonesia seperti RAM Telecom International (RTI) dan Telkom Indonesia, mengumumkan selesainya proyek “the Southeast Asia - United States Cable System” yang merupakan salah satu jalur kabel serat optik terpanjang di dunia.

Investasi konsorsium ini mencapai Rp 3,4 triliun (US$ 250 juta) untuk jalur kabel dengan kapasitas 20Tb sepanjang kurang lebih 14.500 kilometer yang menghubungkan Manado di Sulawesi Utara dengan Long Beach di California.

"Indonesia telah menekankan pada pembangunan infrastruktur dan proyek ini merupakan contoh nyata tentang bagaimana perusahaan kami dapat membentuk “win-win solution” guna membantu negara ini dalam mengembangkan ekonomi digital dan membuka kesempatan bagi perusahaan - perusahaan teknologi asal Indonesia," tulis organisasi itu dalam pertemuan tahunan U.S. - Indonesia Investment Summit yang disiarkan laman Kominfo (5/11).

Menurut organisasi itu, ada tiga hal penting bagi Indonesia untuk dapat mencapai potensi ekonomi nasional, yakni strategi nasional yang jelas, investasi asing jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur.

Menkominfo Rudiantara menyatakan Indonesia memiliki potensi pasar ekonomi digital terbesar. Sebagai contoh, Tiongkok telah lama mempersiapkan ekonomi digital, sementara Indonesia tetap terbuka terhadap platform internasional tetapi tentunya perlu memberikan kontribusi nilai tambah bagi Indonesia.

"Yang terjadi sekarang di Indonesia adalah shifting dari pola ekonomi konsumsi ke produksi, seperti yang terlihat dalam pertumbuhan ekonomi digital dua digit. Untuk dapat mengakomodasi perilaku dan faktor ekonomi digital maka Kemenkominfo dan BPJS menjajaki kerjasama untuk melakukan remodeling statstik nasional untuk memperhitungkan kegiatan ekonomi seperti online marketplace dan transportasi online," katanya.(wn)