Roket Ariane 6 dapatkan kontrak pertama

JAKARTA (IndoTelko) - Roket Ariane 6 milik Arianespace mulai mendapatkan kontrak dengan meluncurkan empat satelit Galileo.

Rencananya Arianespace akan meluncurkan satelit itu Guiana Space Center di French Guiana. Kontrak ini atas nama European Space Agency (ESA) bagian dari Komisi Eropa dan Uni Eropa.

CEO Arianespace Stéphane Israël dan Director of Navigation at the European Space Agency (ESA) Paul Verhoef menandatangani kontrak peluncuran itu belum lama ini.

Dalam keterangannya (15/9), dinyatakan peluncuran akan dilakukan antara akhir 2020 atau dipertengahan 2021 menggunakan roket terbaru milik Arianespace. Dalam kontrak juga disebutkan ada kemungkinan peluncuran menggunakan roket Soyuz di Guiana Space Center, jika diperlukan.

Satelit itu akan ditempatkan di medium earth orbit (MEO) dengan ketinggian 23,222 kilometer. Saat ini ada sekitar 18 satelit Galileo  di orbit.   

“Arianespace bangga bisa mendapatkan kontrak bagi roket Ariane 6. Komisi Eropa dan ESA adalah pelanggan pertama dari roket baru ini nantinya," kata Stéphane. (Baca: Arianespace)

Dalam 12 bulan terakhir, Arianespace telah meluncurkan satelit bagi operator dari Australia, India, Indonesia, Jepang, dan Korea. Sejak 2017, satelit Telkom 3S (Indonesia) dan KOREASAT–7 (Korea Selatan) telah diluncurkan dengan roket Ariane 5.

Di tahun 2017 ini akan ada 12 peluncuran satelit dimana tujuh dengan roket Ariane 5, tiga dengan roket Vega, dan dua oleh roket Soyuz. Roket Ariane 6 adalah generasi terbaru dari heavy launcher yang dimiliki Arianespace.(ak)