Google Station akan tantang WiCo dari Telkom

JAKARTA (IndoTelko) - Pasar layanan berbasis WiFi untuk koneksi internet di tempat-tempat umum diprediksi akan panas di masa mendatang.

Jika selama ini dikenal layanan WiFi.id Corner (WiCo) atau Biznet WiFi, Google mulai memanaskan suasana dengan menggandeng FiberStar dan CBN menghadirkan Google Station beroperasi di pulau Jawa dan Bali. Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Denpasar akan menjadi incaran layana ini dalam waktu setahun ke depan. (Baca: Biznet WiFi)

Google Station menawarkan konektivitas Internet secara gratis melalui jaringan Wi-Fi yang tersebar di sejumlah tempat umum, seperti stasiun kereta api, universitas, dan ruang publik lain. Konsep ini nyaris mirip dengan WiCo dari Telkom yang telah tersebar di sekitar 7 ribuan titik di seluruh Indonesia. (Baca: WiCo dari Telkom)

"Google Station mencoba mengatasi rintangan dasar di Indonesia dalam koneksi internet. Kita tawarkan koneksi internet yang lebih stabil," kata Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen, kemarin.

Dikatakannya, Indonesia menjadi negera kedua layanan ini beroperasi, setelah India pada 2016 lalu. Proyek Google Station di India pertama kali diimplementasikan Google di stasiun kereta Mumbai Central.

Pada bulan September lalu, Google Station di India sudah menjangkau seluruh stasiun kereta, mall, terminal bus, kedai kopi, dan lain sebagainya. (Baca: FiberStar)

Director Google Search, Ken Tokusei mengatakan dipiihnya CBN dan FiberStar karena memiliki infrastruktur kabel optik yang lumayan kuat."Fiber optik menjadi andalan untuk memberikan internet cepat. Di India ada 15 ribu orang pertama kalinya bisa merasakan internet berkat inovasi ini. Kami optimistis di Indonesia bisa seperti itu, katanya.

Insiatif
Selain meluncurkan inovasi di sisi koneksi, Google  juga akan meluncurkan aplikasi YouTube Go di tanah air.

Aplikasi YouTube Go dibuat khusus untuk masyarakat di kota kecil dan pedesaan dengan koneksi internet yang terbatas.  
Indonesia merupakan negara ketiga di mana Google menguji coba YouTube Go, setelah India dan Nigeria. Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) YouTube yang telah mencapai 50 juta orang di tanah air menurut AppAnnie.

Selain itu ada aplikasi pemasaran digital Prime yang melengkapi inisiatif Google lainnya mendorong UKM Go Digital di Indonesia, seperti Google Bisnisku, Gapura Digital, dan Womenwill.

Google juga akan menampilkan informasi seputar kesehatan dalam bahasa Indonesia hasil bermitra dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Raksasa internet ini juga memperbarui layanan asisten pribadi Google Assistant agar bisa menerima dan menjawab pertanyaan dalam Bahasa Indonesia. Mereka bahkan bisa memberikan informasi dan lelucon yang relevan dengan masyarakat tanah air.

Sementara Waze yang sekarang dikuasai Google akan menghadirkan suara navigasi terbaru yang bernama Dian dimana mendengarkan navigasi dalam Bahasa Indonesia yang telah bisa menyebutkan nama jalan dengan tepat.(ak)