Fortinet bawa isu keamanan siber di OpenGov Leadership Forum

Peserta OpenGov Leadership Forum

JAKARTA (IndoTelko) - Fortinet mengapungkan isu strategisnya keamanan siber di ajang OpenGov Leadership Forum Indonesia 2017.

OpenGov adalah forum dengan menawarkan platform yang unik untuk diskusi dan debat dengan contoh-contoh praktis yang nyata dari keberhasilan pelaksanaan, pelajaran dan contoh praktek terbaik, konferensi ini berjanji untuk memberikan hari yang penuh dengan wawasan berharga dan kesempatan memperluas jaringan bagi para peserta yang hadir.

Lebih dari 300 delegasi di berbagai sektor dari pemerintah Indonesia menghadiri Indonesia OpenGov Leadership Forum 2017 yang diadakan di Shangrila Hotel Jakarta pada 22 Maret. Perwakilan dari pemerintah Indonesia, Walikota Indonesia seperti; Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Bekasi Rahmat Efendi, dan juga Walikota Makasar Danny Pomanto, dan profesional dari berbagai bidang yang berhubungan dengan ICT datang bersama-sama untuk berdiskusi tentang pembangunan masa depan pemerintah digital di Indonesia.

Country Director dari Fortinet Indonesia Edwin Lim tampil sebagai pembicara dalam roundtable discussion tentang topik panel kedua yaitu Cyber Security as an Enterprise Risk Management Strategy: Best Practice in Mitigating Reputational and Financial Risk.

"Sebagai penyedia solusi keamanan siber terkemuka di dunia, Fortinet akan terus-menerus memberikan solusi keamanan siber cerdas dan canggih untuk perusahaan dan organisasi pemerintah di seluruh dunia, saat ini dan di masa mendatang," katanya.

Menurutnya, dengan adopsi operasi berbasis internet sebagai upaya untuk mengurangi inefisiensi, organisasi pemerintah perlu memastikan solusi yang mulus namun dapat diandalkan dan aman untuk lingkungan. Semakin berkembangnya solusi keamanan siber, demikian juga kompleksitas serangan yang dikembangkan.

"Fortinet menyokong arsitektur Security Fabric dalam menyediakan pengetahuan dan visibilitas atas semua unsur keamanan, mengintegrasikannya menjadi satu sistem pertahanan dan respon yang dioperasionalkan dan memungkinkan pengaturan dan otomatisasi yang terpusat melalui platform manajemen tunggal," tukasnya.(wn)