Kabel laut SEA-US dapatkan lisensi dari FCC

ilustrasi

HONOLULU (IndoTelko) – Proyek kabel bawah laut Southeast Asia-United States (SEA-US) pada 12 Januari 2017 berhasil mendapatkan lisensi dari Federal Communications Commission (FCC).

Pada 15 Januari lalu, sistem kabel laut SEA-US yang akan menghubungkan lima wilayah yaitu Manado di Indonesia, Davao di Selatan Philippines; Piti di Guam; Honolulu di Pulau Oahu Hawaii; dan Los Angeles, California di Amerika Serikat itu berhasil sampai di the Hermosa Beach, California.

Dalam keterangan resmi konsorsium ini beberapa waktu lalu diperkirakan instalasi pemasangan dari infrastruktur ini akan selesai pada kuartal kedua 2017.

Diperkirakan pada akhir Januari 2017 landing station untuk California akan selesai. Pada Februari 2017, kapal yang membawa kabel laut akan sampai di Honolulu, Hawaii, setelah mengerjakan konstruksi yang menghubungkan California dan Hawaii.

Kunci keberhasilan dari instalasi ini nantinya pada pemilihan lokasi dan perlindungan peralatan di sisi darat. Konsorsium telah memilih CoreSite, pemain data center dan solusi interkoneksi, sebagai pengelola submarine line terminating equipment (SLTE).

Proyek pembangunan kabel yang dilaksanakan oleh NEC Corporation dan NEC Corporation of America dengan nilai investasi mencapai US$ 250 juta ini. (Baca: Kabel Laut SEA-US)

Telkom sebagai pemimpin konsorsium  melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Selain Telin, konsorsium SEA-US terdiri dari  Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation (anggota dari grup Globe Telecom), dan Telkom USA.

Asal tahu saja, kabel SEA-US adalah bagian dari strategi besar Telkom menjadikan Indonesia sebagai global hub jaringan internet. Telkom membagi dunia menjadi 12 region, yaitu ASEAN, Asia Selatan dan Utara, Eropa Barat dan Timur, Afrika Utara dan Selatan, Amerika, dan lain-lain, dimana Indonesia sebagai hub-nya.(wn)