JAKARTA (IndoTelko) – Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) akan mulai lebih serius menggarap produk digital security sebagai bentuk dari diversifikasi bisnis.
“Kita mulai diversifikasi produk ke bisnis digital. Salah satunya adalah pembuatan label sekuriti seperti barcode yang terhubung langsung dengan database untuk melacak keaslian suatu produk. Potensi dari sistem seperti ini banyak digunakan oleh perusahaan farmasi untuk memproduksi obat dan vaksin,” ungkap Direktur Utama Peruri Prasetio dalam keterangannya, kemarin. (baca: Peruri di digital)
Ditambahkannya, Peruri juga akan mengembangkan Smart Card Industry mengingat banyak hal yang menyangkut security, sertifikat, materai, dan lainnya. “Semua sekarang main elektronik. Ada e-pasport, dan lainnya. Ini menjanjikan,” tutupnya.
Asal tahu saja, Peruri pada 2016 meraih pendapatan sekitar Rp 2,5 triliun. Tahun ini membidik pertumbuhan pendapatan 50% atau sekitar Rp 4 triliun.
Kontribusi pesanan Bank Indonesia sebanyak 60%, selanjutnya 30% dari dokumen sekuritas dalam negeri, dan 10% dihasilkan dari pesanan mata uang dan dokumen sekuritas asing. “Kami menargetkan kontribusi dari pendapatan non-uang semakin besar, makanya kita ke digital,” tutupnya.(wn)