Belajar dari Satire Bos Foxconn ke Trump

Luna, smartphone kreasi Foxconn yang menggandeng mitra Indonesia.(dok)

Jelang tutup 2016, masyarakat Indonesia lumayan kaget dengan artikel yang diturunkan Bloomberg pada (7/12).

Artikel yang diberi judul "Dear Mr. Trump, About Those U.S. IPhones" itu seperti menyadur surat terbuka yang ditulis oleh Chairman, Foxconn Technology Group, Terry Gou ke pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Artikel ini seperti mengirimkan pesan ke Donald Trump bahwa tak mudah untuk memindahkan pembuatan iPhone ke AS seperti gembar-gembor dalam kampanyenya.

Tak ada yang luar biasa di artikel ini, kecuali bagian yang mulai menyinggung isu investasi Foxconn di Indonesia. Di artikel tersebut dinyatakan sepertinya para politisi dan birokrasi di Indonesia berhasil "dikelabui" dari pembangunan persepsi oleh Foxconn tentang keinginan membangun pabrik di Tanah Air.

Agar tak ada salah persepsi, kami kutip secara utuh bagian yang menyebut Indonesia.

Actually, I can help you with that. If you look at Brazil, Indonesia, India and half a dozen Chinese provinces, you'll see that my work speaks for itself.

Take Indonesia, one of my proudest achievements. Oh no, I haven't built a single iPhone there and probably never will. During closed-door discussions, they allowed themselves to believe I might invest $10 billion in a mobile-phone factory. It's not my fault some over-eager politician, keen to burnish his reputation as a can-do leader, blabbed to the media.

All I need to do is lay out my demands and watch while the bureaucrats and politicians argue about whether they can afford to have me or risk falling short on a campaign pledge.
 
Pelajaran
Bagi sebagian kalangan di Tanah Air, beberapa paragraf di artikel itu seperti membuka misteri tentang rencana investasi Foxconn yang mulai ramai sejak 2013 lalu.

Jika mengacu ke artikel tersebut, bisa dikatakan ketakutan sejumlah kalangan ketika isu Foxconn akan berinvestasi di Indonesia sebagai pepesan kosong adalah sebuah kenyataan.(Baca: Janji Foxconn di Indonesia)

Bahkan, bisa dikatakan aksi Penandatanganan kesepakatan antara Foxconn dengan Gubernur Joko Widodo pada Jumaat (7/2/14) sebagai sesuatu yang harus diklarifikasi statusnya saat ini pasca artikel di Bloomberg itu ditayangkan. (Baca: Perjanjian Foxconn dan DKI Jakarta)

Terlepas dari kontroversi, pemerintah Indonesia harus memetik pelajaran dari satire yang dikeluarkan oleh bos Foxconn ini.

Saat ini kabarnya Foxconn ingin masuk ke Indonesia dengan menggandeng pabrikan lokal. Begitu juga Apple yang kabarnya siap mendirikan pusat pengembangan dan riset yang akan menelan investasi Rp 100 miliar di Indonesia. (Baca: Aksi Foxconn di Indonesia)

Jika tak mau menjadi bahan "perbincangan" lagi, saatnya Indonesia lebih tegas menegakkan aturan yang dibuatnya dan memberikan pesan ke dunia internasional bahwa NKRI itu nyata adanya.

Sudah cukup banyak toleransi diberikan bagi investor seperti Foxconn dan Apple dengan mengubah regulasi agar mereka mau berinvestasi.

Tetapi jika investasi tak kunjung datang, bukankah saatnya kita lebih memanjakan investor yang benar-benar mau berinvestasi di Tanah Air dan memberikan pelajaran bagi mereka yang tak memiliki komitmen pada NKRI?
 
@IndoTelko