Harbolnas akan tambah pengguna eCommerce

ilustrasi

JAKARTA (IndoTelko) –  Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang akan berlangsung pada 12-14 Desember diperkirakan akan menambah pengguna eCommerce di Indonesia.

“Saat Harbolnas banyak ditawarkan diskon yang menarik. Ini akan membuat mereka yang tadinya tak tertarik belanja online, mencoba menjajalnya. Survei yang kita lakukan menyatakan sebanyak dua dari tiga orang responden memanfaatkan Harbolnas sebagai kesempatan pertamanya mencoba eCommerce,” ungkap Country General Manager Shopback Indonesia, Indra Yonathan, kemarin.

Diperkirakannya, sebagian besar konsumen akan menghabiskan uang senilai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di ajang Harbolnas atau mengeluarkan budget empat kali lebih besar dari pertama kali belanja online.

Dalam survei yang dilakukan Shopback menunjukan sebesar 47,3% konsumen umumnya menghabiskan dana kurang dari Rp250 ribu saat pertama kali berbelanja secara online. Hal ini karena konsumen umumnya takut mengalami hal mengecewakan saat berbelanja online.

Produk gadget dan aksesoris diperkirakan masih menjadi kategori produk yang paling banyak dicari dan dibeli oleh konsumen, diikuti oleh kategori fashion, serta keperluan rumah tangga.

Daya tarik Harbolnas terletak pada potongan harga, voucher potongan,  harga spesial,  promo pemasaran, undian menarik, dan  barang edisi terbatas.

“Tantangan belanja online masih pada  masalah logistik seperti pengirimannya lama, bukan karena takut produk rusak,” katanya.

Asal tahu saja, peserta Harbolnas tahun ini terus meningkat. Salah satunya adalah smescotrade, situs belanja online milik Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi & UKM yang akan menggelar diskon besar-besaran dengan melibatkan 700 UKM di seluruh wilayah di Indonesia.

Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan, nilai total produk smescotrade.com yang akan meramaikan acara Harbolnas sebesar Rp26 miliar dari Galeri Indonesia WOW sebesar Rp19,7 miliar dan dari Paviliun yang ada ditingkat provinsi Rp7,2 miliar.(wn)