KPPU: Kasus Telkom IndiHome ke tahap pemeriksaan

ilustrasi(dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menetapkan untuk meningkatkan penanganan kasus Telkom IndiHome dari tahap Penyelidikan ke tahap Pemeriksaan pada Selasa (11/10)

“Sikap ini diambil KPPU setelah melalui proses Penyelidikan kasus Telkom IndiHome yang diduga mewajibkan pelanggannya menggunakan ‎paket Indi Home Triple Play yang terdiri dari tiga produk, yaitu telepon, tv kabel, dan internet,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf dalam keterangannya, Selasa (11/10).

Dijelaskannya, dalam penyelidikan terdapat setidaknya dua isu yang didalami oleh KPPU. Pertama, dugaan praktek tying in yang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)  melalui program IndiHome Triple Play yang mewajibkan calon pelanggan harus menggunakan tiga layanan sekaligus telepon, IPTV,  dan internet.

Kedua, dugaan penyalahgunaan posisi dominan Telkom yang menguasai pasar jasa fixed line (PSTN).

Dalam hal ini, bagi konsumen yang sudah terlanjur berlangganan program IndiHome Triple Play namun ingin berhenti berlangganan dengan berbagai alasan diduga juga mengalami hambatan mengingat terdapat klausul perjanjian yang membuat pelanggan dimaksud tidak dapat memilih salah satu dari tiga layanan yang tersedia (telepon, ip tv, atau internet).

Sehingga ketika pelanggan memutuskan untuk berhenti menggunakan salah satu dari tiga layanan yang tersedia, maka PT Telkom diduga akan memutuskan akses berlangganan seluruh  jasa layanan dimaksud.

Disisi lain, hadirnya program IndiHome Triple Play diduga berdampak terhadap menurunnya pangsa pasar pelaku usaha pesaing.

Menurut Syarkawi, KPPU saat ini telah mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menaikkan status kasus IndiHome menjadi perkara. “Melalui proses pemeriksaan ini diharapkan dapat melahirkan keadilan tidak saja bagi konsumen, namun juga bagi para pelaku usaha di industri terkait,” tegas Syarkawi.

Dalam catatan, kasus ini awalnya dari pengaduan masyarakat di Surabaya. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) juga telah turun tangan dalam kasus ini  Unbundling IndiHome dimana ketika pelanggan memutuskan berhenti berlangganan internet atau TV kabel, dan memilih hanya berlangganan telepon tetap rumah.

Telkom sendiri menyanggupi tetap memberikan layanan telephony saja walau pelanggan berhenti berlangganan internet dan TV Kabel.

Sementara Masyarakat Telematika Nasional (Mastel) pernah menyatakan industri telah bergeser dari Telephony ke broadband. (Baca: Kebutuhan Triple Play)

Dalam pandangan Mastel, Home broadband sudah menjadi essential utility disamping air dan listrik, dimana broadband merupakan prerequisite keunggulan daya saing  Indonesia di kancah global. Hal itu terlihat dari  banyak daerah menyatakan mengadopsi smart homes, smart city, hingga smart nation. (Baca: Memahami Triple Play)

“Triple play itu tren teknologi dan merupakan peningkatan layanan kepada masyarakat. Teknologi berubah dari kabel tembaga menjadi kabel optik. Dari kabel optik ini bisa berjalan beragam layanan yang bisa diberikan. Nah, mengkomunikasikan Triple play di tengah masyarakat yang terbiasa dengan One Play (Jasa telepon dasar) ini bukan perkerjaan mudah,” ungkap Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono pada Februari lalu kala kasus ini mulai  heboh di media massa.

Kristiono menyarankan, operator harus bisa mengkomunikasikan ke masyarakat kalau perlu dengan cara sistem komersial dimana bisa menonjolkan keuntungan kalau pengguna berlangganan secara triple play  dibandingkan kalau One Play.(Baca: Unbundling IndiHome)

Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan dalam berbagai kesempatan menyatakan Tekom tetap akan berjualan IndiHome karena menyakini masyarakat membutuhkan layanan tersebut di rumahnya.

“Triple play tetap kita tawarkan. Kalau ada yang mau telepon rumah saja atau telepon rumah dan TV kabel, kita layani. Namun, kita akan persuasive tawarkan Triple Play, karena sebenarnya lebih menguntungkan bagi pelanggan,” jelasnya.

Menurutnya, keuntungan yang ditawarkan jelas secara akses internet lebih besar dan kencang. Konten-konten yang dimiliki beragam, serta gratis 1000 menit untuk telepon. (Baca juga: Telkom IndiHome Banjir Konten)

“Kalau pelanggan pilih hanya berlangganan telepon atau TV dan telepon saja, itu jatuhnya lebih mahal. Triple Play IndiHome itu lebih ekonomis dengan harga relatif sama jika hanya berlangganan telepon rumah dan TV saja. Kami tawarkan gratis 1.000 menit telepon itu sudah sama hampir gratis,” tegasnya.(id)