Pemerintah AS perpanjang keringanan sanksi bagi ZTE

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) –  Departemen Perdagangan AS memperpanjang keringanan sanksi bagi ZTE untuk melakukan ekspor atau bekerjasama dengan perusahaan asal negeri Paman Sam itu setelah mengeluarkan  kebijakan melarang adanya kerjasama perusahaan lokal dengan ZTE karena dituding terlibat menjual teknologi milik AS ke Iran.

Sanksi bagi ZTE dikeluarkan pada Maret lalu. Namun berkat sejumlah lobi yang dilakukan, sanksi itu bisa diperlunak dan mengalami beberapa kali keringanan. Keringanan yang berlaku hingga 28 November mendatang adalah yang ketiga didapat ZTE sejak sanksi dikeluarkan pada Maret lalu.    

Dikutip dari CNET (19/8) manajemen ZTE berjanji akan bekerjasama dengan pemerintahan AS untuk memperbaiki kesalahannya. Putusan yang diambil lumayan memukul ZTE karena tak bisa mengakses teknologi yang dimiliki sejumlah perusahaan asal AS untuk produk buatannya.                                        

ZTE banyak bersinggungan dengan sejumlah perusahaan asal AS untuk pembuatan produk mulai dari  Qualcomm, Microsoft, dan IBM. Bisnis penyediaan perangkat berkontribusi sekitar 80% bagi total pendapatan ZTE di 2015 sebesar US$15,47 miliar.(ak)