JAKARTA (IndoTelko) – PT Pos Indonesia (Posindo) makin agresif mendekati pelaku eCommerce untuk menopang pendapatan di masa depan.
"Kami mulai fokus menggarap sektor usaha eCommerce untuk jasa paket dan logistik, atau pembayaran. Kita sudah tawarkan kerjasama dengan pemain besar di eCommerce seperti Lazada, Tokopedia, atau Bukalapak,” ungkap Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, belum lama ini.
Diungkapkannya, pihaknya sudah merencanakan kerja sama dengan sejumlah pemilik warehouse untuk mengantisipasi tren eCommerce yang terus tumbuh. “Kami saat ini sedang melakukan komunikasi untuk bekerjasama dengan sejumlah pemilik warehouse menjadi partner lokal atau co-location di beberapa negara untuk menyimpan barang-barang pesanan eCommerce,” katanya.
Perseroan berencana kesepakatan kerjasama warehousing e-commerce di sejumlah negara misalnya di Thailand, dan China. Keuntungan dari kerjasama co-location ini, jika barang dikirimkan dalam volume banyak maka bisa juga memberikan share value bagi para eCommerce untuk mendapatkan delivery shipping yang lebih murah.
Sekadar informasi, saat ini Posindo memiliki kapasitas pergudangan mencapai 30 ribu meter persegi untuk menangani pengurusan 250 juta paket. Kapasitas gudang rencananya akan ditingkatkan menjadi 500 ribu meter persegi dalam 3 -4 tahun ke depan yang ditaksir membutuhkan dana US$ 250- US$ 300 juta. Di 2015, Posindo memiliki pendapatan Rp 5 triliun dan lima tahun ke depan membidik Rp 80 triliun.
Sementara Vice President Tokopedia Melissa Siska Juminto mengungkapkan telah menggandeng Posindo untuk menambah metode pembayaran instannya. Pembayaran melalui Pos Indonesia ini akan diverifikasi secara otomatis dan pesanan langsung diteruskan ke penjual
"Pos Indonesia memiliki ribuan kantor dan puluhan ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Toppers yang tinggal di kota-kota kecil kini bisa merasakan kemudahan pembayaran barang pesanan melalui kantor atau agen pos terdekat," ujar Melissa.(ak)